Gara-gara Menteri Mati Gaya Hadapi Corona, Jokowi Akhirnya Ubah Gaya Komunikasi

Politik  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 11:43:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Gara-gara Menteri Mati Gaya Hadapi Corona, Jokowi Akhirnya Ubah Gaya Komunikasi

Presiden Joko Widodo/Ist

Presiden Joko Widodo kembali menegur para menterinya yang tak becus bekerja dalam rapat terbatas (Ratas) Selasa (7/7).Padahal teguran yang sama sempat dicurahkan pada Sidang Kabinet Paripurna 18 Juni lalu.

Fenomena di periode kedua ini dinilai Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno sebagai cara komunikasi baru Jokowi.

"Kalau dulu kan Pak Jokowi pakai strategi koalisi yang disebut dengan high contact communication. High contact communication itu biasanya komunikasi yang tidak to the point. Kalau mau mengkritik orang itu ya halus lah," ujar Adi Prayitno saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Sekarang ini, lanjut dosen ilmu politik Universitas Syarif Hidayatullah UIN Jakarta ini, Jokowi menggunakan cara komunukasi yang low contact communication, alias komunikasi yang terbuka.

"Komunikasi yang langsung direct. Kalau ada sesuatu yang ingin dituju langsung to the point ke intinya," ungkapnya.

Oleh karena itu Adi Prayitno berpendapat bahwa teguran Jokowi kali ini sebagai puncak kemarahan. Khususnya marah terhadap pembantunya yang tidak sanggup bekerja maksimal dalam menangani dampak pandemik virus corona baru (Covid-19).

"Ini mungkin klimaks kemarahan presiden yang melihat menterinya yang enggak kerja maksimal. Kan jarang-jarang nih Presiden marah langsung to the point gitu. Ternyata menteri yang selama ini diharapkan, dibanggakan menghadapi corona ini mati gaya," ucap Adi Prayitno.

"Menghadapi corona ini ternyata banyak santai-santainya. Nah, WFH itu kok mirip orang cuti. Kira-kira begitu," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca