Jokowi Puas Dengan Kinerja Menteri Dari Gerindra

Politik  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 14:09:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Jokowi Puas Dengan Kinerja Menteri Dari Gerindra

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Ist

Setelah terlihat marah dan meluapkan kekecewaannya dalam Rapat Kabinet Paripurna pada 18 Juni, Presiden Joko Widodo kembali melakukan hal yang kurang lebih sama kepada bawahannya itu saat Ratas di Istana Negara, 7 Juli lalu. Presiden merasa kinerja para menteri tak sesuai dengan ekspektasinya.

Namun demikian, Direktur Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menangkap keunikan dari kemarahan dan kekecewaan Presiden Jokowi. Menteri dari Partai Gerindra justru tidak kebagian disemprot.

Habis Jokowi marah-marah, menurut sumber saya, para Menteri dipanggil satu persatu. Edhy Prabowo dipanggil, tapi bukan disemprot. Justru dibilang kerjanya dianggap maksimal dan memuaskan,” kata Adib Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Adib berpendapat, riuh rendah pro dan kontra terkait kebijakan Edhy Prabowo yang membuka keran ekspor benih lobster atau benur hanyalah riak yang bisa saja dibangun oleh elite dan dimainkan oleh para buzzer.

Untuk itu menurut saya, intinya, ekspektasi yang dihasilkan oleh menteri-menteri Gerindra, memuaskan Jokowi. Ketimbang menteri dari luar Gerindra, seperti PKB atau menteri berasal dari profesional yang banyak disebut,” tegas Adib.

Di sisi lain, Adib mengatakan, selama dalam koalisi pemerintah, Partai Gerindra justru menunjukkan kesolidan meskipun partai besutan Prabowo Subianto ini masih dianggap simbol oposisi.

Kesolidan dalam rangka membantu pemerintah ditunjukan saat Prabowo bersama Jokowi melakukan kunjungan kerja meninjau food estate di Kalimantan Tengah yang bakal dijadikan lumbung pangan nasional.

Terlihat kelegowoan Prabowo, bahwa dia adalah pembantu Presiden, bukan lagi soal rivalitas,” jelas Adib.

Bahkan di tengah isu kocok ulang atau reshuffle kabinet, para menteri dari Gerindra tidak ada yang mendapatkan rapor merah.

Hal tersebut bisa dikatakan Gerindra komitmen dengan masuknya ke dalam pemerintah bukan hanya sekadar bagi-bagi kekuasaan.

Keberadaan Gerindra di kabinet, bisa dilihat dari soliditas yang ditunjukan Prabowo dan kader-kader Gerindra lainya. Makanya partai lain ketar-ketir tapi tidak dengan Gerindra,” pungkas Adib.[dod]

Komentar Pembaca