Reshuffle Kabinet Jokowi Masih Sebatas Wacana

Politik  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 18:58:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Reshuffle Kabinet Jokowi Masih Sebatas Wacana

Presiden Joko Widodo/Net

Memasuki era new normal angka yang terinfeksi Covid-19 masih tinggi, sedangkan tujuan pemberlakuan new normal agar ekonomi bisa kembali bergerak.

Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, karena harapan ini belum terlihat, sehingga membuat Presiden Joko Wododo menjadi jengkel dan marah-marah.

Apalagi Jokowi sampai mengeluarkan kata-kata, "karena saya merasakan ini mengerikan loh. Bukan hal yang biasa. Ini mengerikan".

Menurut Iwel Sastra, dari segi komunikasi publik, pernyataan Jokowi itu malah mengerikan.

Ketika seorang Presiden mengungkapkan situasi sekarang mengerikan, dan pernyatan ini sampai kepada rakyat. Walau sebenarnya pernyataan ini ditujukan kepada para menteri.

Untuk menekan para menteri memperhatikan masalah ini secara serius, lanjut Iwel Sastra, tentu Jokowi memiliki hak untuk memberikan peringatan bahwa yang tidak bisa bekerja maksimal dan memiliki gagasan luar biasa dalam mengatasi krisis, akan segera diganti.

Namun, jelas Iwel Sastra, reshuffle kabinet masih sebatas wacana, karena kepala negara belum mengajak orang-orang terdekatnya membahas masalah tersebut.

"Sepertinya belum pernah dibahas secara internal, sehingga wajar Mensesneg, Kepala KSP hingga Wakil Presiden membantah kalau akan terjadi pergantian anggota kabinet," ucapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/7).

Hari ini, Wakil Presiden Maruf Amin menegaskan, hingga saat ini Presiden Joko Widodo belum memiliki rencana untuk merombak kabinet.

Menurut Wapres, sikap Presiden dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu hanya berupa teguran kepada para menteri. Terutama menteri yang bekerja lambat di masa pandemik Covid-19.[dod]

Komentar Pembaca