Stok Darah Menipis, PMI Akan Jemput Bola

Megapolitan  SABTU, 11 JULI 2020 , 19:24:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Stok Darah Menipis, PMI Akan Jemput Bola

Mobil donor darah/Ist

Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta makin menipis di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi.

Plt Ketua PMI DKI Jakarta Muhammad Muas mengatakan, normalnya dalam sehari PMI DKI Jakarta bisa mendapatkan 1.000 kantong darah. Namun saat ini hanya bisa mengumpulkan 300 sampai 500 kantong darah.

"Kami seharusnya bisa mendapat 1.000 kantong darah per harinya. Tapi dalam kondisi pandemik seperti ini kami hanya mencapai 500 kantong darah, bahkan bisa sampai 300 kantong dalam sehari," kata Muas, Sabtu (11/7).

Mengatasi krisis ketersediaan darah tersebut, PMI DKI Jakarta berinisiatif membuka layanan donor darah selama 24 jam. Namun, upaya ini nyatanya belum cukup ampuh lantaran jumlah pendorong yang datang masih kurang dari target.

"Kebanyakan mereka yang datang ke sini itu pendonor keluarga. Untuk pendonor sukarela masih sangat kurang," ujar Muas.

Mengatasi persoalan tersebut, PMI DKI Jakarta bakal melakukan jemput bola ke masyarakat. Terlebih, perkantoran, kegiatan peribadatan, hingga pusat perbelanjaan bisa mulai menggeliat lagi saat PSBB masa transisi ini.

Untuk menunjang kegiatan itu, PMI DKI nantinya bakal menerjunkan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk donor darah.

Terkait hal ini, PMI DKI Jakarta sendiri baru saja menerima bantuan berupa satu unit mobil donor darah dari PT Medquest Jaya Global.

Muas berharap, pemberian ini bisa membantu PMI DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan stok darah di ibukota.

"Hal seperti ini yang kami butuhkan, karena kalau tidak ada yang mau datang ke sini, kami yang harus datang ke kelompok masyarakat," kata Muas.

Sementara itu, Dirut PT Medquest Jaya Global Nanik mengatakan, pemberian satu unit kendaraan donor darah ini sebagai bentuk kepedulian pihaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Pasalnya, banyak pasien yang kini harus mencari pendonor mandiri lantaran tidak tersedianya stok darah di PMI.

"Dari hasil diskusi kami ternyata PMI membutuhkan peremajaan mobil sehingga ini bisa digunakan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan untuk donor darah ke PMI," kata Nanik. [dod]

Komentar Pembaca