Digugat Rp15 T Akibat Kebocoran Data, Perusahaan Telekomunikasi Harus Perbaiki Diri

Hukum  MINGGU, 12 JULI 2020 , 18:17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Digugat Rp15 T Akibat Kebocoran Data, Perusahaan Telekomunikasi Harus Perbaiki Diri

Ilustrasi/Net

Akibat kelalaian terhadap data privasi pelanggan, PT Telkomsel digugat membayar ganti rugi tanggung renteng sebesar Rp 200.933.320.000 dan ganti rugi imateriil sebesar Rp 15,9 triliun. Selain itu, para tergugat juga meminta membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 100 juta.

Para penggugat diketahui menggunakan kasus kebocoran data pribadi Denny Siregar sebagai pintu masuk untuk menyampaikan class action melawan Telkomsel.

Menanggapi kasus tersebut, Founder Indonesia Cyber Security Forum (ICFS), Ardi Sutedja memprediksi ke depan akan lebih banyak tuntutan bernilai fantastis jika pihak industri telekomunikasi tidak berbenah dan melindungi aset strategis mereka yaitu pelanggan

"Isunya menurut saya bukan masalah di angka namun bagaimana industri ini mau mengakui bahwa mereka selama ini lengah dan tidak mengikuti perkembangan zaman," ujar Ardi saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Minggu (12/6).

Selain Telkomsel, para penggugat yang tergabung dalam Tim Advokasi Pelanggan Telkomsel juga menggugat PT Telkom sebagai Tergugat 2 dan Singapore Telecom Mobile PTE atau Singtel Mobile sebagai Tergugat 3.

Ardi menambahkan, pertumbuhan industri telekomunikasi akan bergantung pada bagaimana perusahaan mematuhi pengelolaan data-data pribadi berdasarkan norma-norma yang universal.

Sebagai perusahaan jasa, seharusnya perusahaan telekomunikasi harus pandai mengambil simpati publik dengan bisa memberikan rasa aman dan tenteram untuk mempergunakan produk dan jasa telekomunikasi.

"Perlindungan data pribadi baru bisa benar-benar tegak kalau pemilik data memiliki supremasi tertinggi dan ada sanksi yang tegas. Bukan sekedar menjadi last resort setelah operator leluasa ngeles kanan, kiri, atas, bawah," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca