Ketua DPD NasDem Merauke Dicopot Secara Mendadak, DPP NasDem Dinilai Rasis dan Zalim

Politik  MINGGU, 12 JULI 2020 , 21:01:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Ketua DPD NasDem Merauke Dicopot Secara Mendadak, DPP NasDem Dinilai Rasis dan Zalim

Foto ilustrasi/net

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai NasDem mencopot secara mendadak Frederikus Gebze  sebagai Ketua DPD Kabupaten Merauke. Pencopotan tersebut membuat berang tokoh warga daerah tersebut.Pasalnya, keputusan itu dinilai sangat sewenang-wenang dan berbau Rasis.

"Ini adalah pendzoliman terhadap Frederikus Gebze yang telah ikut membesarkan Partai NasDem di Merauke," ujar Ketua Pemuda Marind dan intelektual Marind, Fransiskus Ciwe dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (12/7).
 
Dia menilai Keputusan pencopotan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Merauke yang juga Bupati Merauke,  Frederikus Gebze, merupakan produk berbau Rasis terhadap marga Gebze, Ndiken, Mahuze, Balagaize dan lain-lain.

"Frederikus Gebze itu selain Ketua DPD Nasdem. Dia juga bupati aktif Merauke. Keputusan itu sangat berbau rasis, aneh, memalukan dan menelanjangi saudara kami diatas tanahnya sendiri," katanya.

Menurutnya keputusan itu sangat tidak lazim dan di luar nalar yang sehat. Walau, produk keputusan rasis itu melalui internal partai tapi keputusan yang diambil tidak mengindahkan Peraturan Organisasi (PO) yang dibuat sendiri oleh DPP Partai NasDem.

Tindakan tersebut, lanjut Fransiskus Ciwe, tentu tidak memberikan pelajaran politik yang sehat kepada masyarakat Marind.

"Kami memahami dan mengerti mekanisme organisasi. Lazimnya keputusan seperti itu melalui forum Musyawarah Daerah (Musda) partai. Katanya partai yang mengusung slogan  restorasi. Realitanya tidak memberikan pelajaran politik yang sehat di kalangan warga," katanya.

Fransiskus Ciwe menganalisa keputusan itu diboncengi kepentingan korporasi dan oligarki ekonomi kelompok tertentu, terutama dari kalangan Tionghoa. Karena. Kelompok ini sudah terang benderang tampil di permukaan. Dulu, mereka bermain dibelakang layar.

"Kami paham keputusan tersebut hanya semata-mata demi kepentingan korporasi. Kami sangat kecewa mengapa keputusan itu terjadi di penghujung masa kepemimpinan saudara kami. Kenapa tidak dari tahun-tahun lalu. Tidak ada cara lain yang lebih elegankah?" ujarnya.

Tak hanya dari kalangan pemuda, Budayawan Papua asal Merauke, Isayas Ndiken pun menganggap peristiwa yang dialami Frederikus Gebze sangat tidak manusiawi.

Dikatakannya, apa bila Frederikus Gebze itu ada kesalahan mengapa tidak diberi tahu. Padahal dia telah memberi andil yang cukup besar kepada partai Nasdem dengan perolehan lima kursi di DPRD Kabupaten Merauke. Dan Nasdem mendapatkan posisi Ketua DPRD Merauke.

"Salahnya di mana?" ujarnya bernada tanya. Dia melihat permainan politik  ini sama sekali tidak sehat.

"Apa yang dialami Frederikus Gebze ini, kami merasa sangat tidak adil," tegasnya.

Menurut Kedua tokoh ini, apa yang mereka ungkapkan adalah mewakili perasaan sebagian besar warga Merauke saat ini. Mereka menganggap Frederikus Gebze telah menjadi korban segelintir kelompok "kapitalis" yang kepentingannya untuk "mengeruk" APBD Merauke di bawah kepempinan Frederikus Gebze tidak kesampaian alias terhambat.

Karena ternyata Frederikus Gebze tidak bisa mereka setir dan kendalikan dalam upaya "merampok" APBD. Maka mereka pun ber "kongkalingkong" dengan oknum pengurus Partai NasDem di tingkat Wilayah maupun Pusat untuk "menyingkirkan" Frederikus Gebze.

Sebagai informasi, Sabtu (4/7/20) lalu sejumlah tokoh yang mengaku sebagai pengurus baru DPD Nasdem Merauke menggelar jumpa pers. Mereka menyampaikan informasi pergantian pengurus DPD Nasdem Merauke dan sekaligus mengabarkan tentang rekomendasi DPP Partai NasDem untuk bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Meruke periode 2021-2025.   

Dikesempatan tersebut, Jefry Tjahyadi Putra mengklaim dirinya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Merauke yang baru, menggantikan posisi Frederikus Gebze. Ia ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP Partai NasDem Nomor 49 tahun 2020 tentang pengesahan Susunan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai NasDema Kabupaten Merauke. SK tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh dan Sekjen DPP Partai NasDem, Sekjen Jhoni G. Platte.

Diungkapkannya pula, bahwa DPP NasDem telah mengeluarkan rekomendasi partai untuk pasangan balon bupati dan wakil bupati Merauke yang akan diusung NasDem pada Pilkada Desember nanti. Rekomendasi diberikan Hendrikus Mahuze dan Edi Santoso.[rah]

Komentar Pembaca