Covid-19 Melonjak Di DKI, Syarif: Bukan Akibat Pengawasan Lemah

Megapolitan  SELASA, 14 JULI 2020 , 12:27:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Covid-19 Melonjak Di DKI, Syarif: Bukan Akibat Pengawasan Lemah

Syarif/Ist

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta akan berakhir pada 16 Juli mendatang.

Namun menjelang berakhirnya PSBB masa transisi, kasus virus corona di Jakarta justru mengalami lonjakan yang signifikan.

Terkait dengan hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Syarif membantah jika lonjakan tersebut terjadi lantaran pengawasan yang lemah.

Sebab Pemprov DKI Jakarta sendiri telah menerjunkan 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk membantu mengawasi berjalannya penerapan PSBB transisi di Ibukota.

Menurut Syarif, meroketnya kasus Covid-19 terjadi karena Pemprov DKI Jakarta gencar menjemput bola dengan melakukan pengetesan kepada masyarakat.

"Kenapa Covid naik? Karena ada lompatan peningkatan test PCR (polymerase chain reaction) . Jadi makin ditambah alat, makin tinggi grafik dong," kata Syarif saat dihubungi, Selasa (14/7).

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, faktor lainnya yang menyebabkan kasus Covid-19 di Jakarta melonjak karena adanya pelonggaran sejumlah sektor.

"Harusnya sifatnya bukan pelonggaran tapi buka tutup. Jadi di kawasan itu jika ada peningkatan (kasus), ya ditutup. Jangan ada keraguan," ujar Syarif.

"Ahli epidemiologi kan sebenarnya tidak menginginkan ada pelonggaran. Tapi karena ada aspek roda perekonomian, ya itu jalan," pungkas Syarif.[dod]

Komentar Pembaca