Pak Anies, Tolong Gratiskan Sekolah Swasta Siswa Tak Mampu

Megapolitan  RABU, 15 JULI 2020 , 10:02:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pak Anies, Tolong Gratiskan Sekolah Swasta Siswa Tak Mampu

Zita Anjani/Ist

Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 telah berakhir. Tidak sedikit dari peserta didik yang terpaksa tidak dapat masuk sekolah negeri lantaran berbagai faktor.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk dapat menggratiskan biaya pendidikan bagi peserta didik yang tidak mampu.

Zita mengaku mendapatkan banyak keluhan dari masyarakat tidak mampu yang tertolak oleh sistem PPDB 2020 dan terpaksa putus sekolah atau masuk ke swasta.

"Saya setuju sistem zonasi untuk pemerataan akses pendidikan. Setiap warga berhak mendapatkan yang terbaik. Namun itu tidak boleh diskriminatif," ujar Zita kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Rabu (15/7).

"Banyak yang harus putus sekolah karena terpinggirkan oleh sistem. Saya pimpinan perempuan satu-satunya, berdosa saya kalau sampai ada anak di DKI putus sekolah. Ibu-Ibu lapor saya semua," sambungnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan pembebasan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu yang masuk sekolah swasta harus dilakukan. Sebab dalam pandemik Covid-19, beban masyarakat menjadi semakin berat.

"Ini tanggung jawab kita semua sebagai wakil rakyat. Jadi yang tidak mampu tidak boleh putus sekolah, masuk swasta harus dibantu. Saya mohon kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Minta bantuannya, disampaikan pada Pak Gubernur yang terhormat," tambah Zita.

Alumnus University College London jurusan Master in Public Policy ini ingin masyarakat terus mengawasi terus proses tersebut. Menurutnya, keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sedang diuji dalam PPDB 2020 ini

"Masyarakat bisa menilai sendiri siapa yang peduli. Kami terus kawal. Kami, DPRD, sudah sepakat. Gratiskan swasta bagi yang tidak mampu, tidak boleh ada yang terdiskriminasi karena sistem penerimaan. Ini sangat menyedihkan. Sebagai Ibu, saya sedih sekali," tutup Zita.[dod]

Komentar Pembaca