Karyawan Transjakarta Ramai-ramai Ngeluh Upah Lembur 2015-2018 Belum Dibayarkan

Megapolitan  RABU, 15 JULI 2020 , 18:22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Karyawan Transjakarta Ramai-ramai Ngeluh Upah Lembur 2015-2018 Belum Dibayarkan

Bus Transjakarta/Net

Sejumlah karyawan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengeluhkan upah lembur hari libur nasional sejak tahun 2015-2018 belum dibayarkan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta, Achmad Izzul Waro menegaskan siap melakukan pembayaran yang menjadi hak semua karyawan tanpa kecuali, termasuk upah lembur.

Kendati begitu, menurut Izzul, agar proses pembayaran bisa dilakukan, harus ada dasar yang kuat untuk membuktikan hak-hak karyawan yang melakukan pengaduan tersebut secara jelas.

Pasalnya, laporan kinerja perseroan 2015-2018 sudah diaudit oleh auditor independen dan hasilnya sudah diterima pemegang saham pada periode tersebut.

"Transjakarta sejauh ini berkomitmen untuk melakukan yang terbaik untuk karyawan yang telah bekerja kerja keras membangun Transjakarta menjadi lebih baik. Sebab itu, kami akan memastikan semua hak untuk karyawan bisa diterima dengan baik," ujar Izzul melalui keterangan tertulis, Rabu (15/7).

Selain itu, Izzul menyatakan bahwa Transjakarta tunduk pada semua peraturan, termasuk di bidang ketenagakerjaan dan menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG).

Disebutkan, Transjakarta juga berkomitmen dalam melaksanakan setiap kewajiban, termasuk di dalamnya memenuhi hak-hak pegawai di tengah pandemik seperti saat ini dan menghindarkan PHK karyawan.

Selanjutnya agar hal yang sama tidak terulang di kemudian hari, Transjakarta menyarankan kepada seluruh karyawan yang merasa haknya belum dipenuhi agar dapat mengajukan gugatan ke Perselisihan Hubungan Industrial (PHI).

"Hal ini agar memudahkan kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah dan hal yang menjadi masalah bisa diproses sesuai aturan yang berlaku," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan bersama sejumlah karyawan PT Transjakarta mengadu ke Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta pada Selasa kemarin (14/7).

Pengaduan ini terkait tidak dibayarkannya upah lembur hari libur nasional oleh PT Transjakarta sejak tahun 2015 hingga 2018.

"Jadi ada karyawan yang sedang menuntut pembayaran upah lembur hari libur nasional yang belum dibayarkan oleh PT Transjakarta kepada pekerjanya sejak 2015 sampai 2018," ucap Tigor.

Bahkan Suku Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Timur telah mengeluarkan anjuran supaya Transjakarta membayarkan upah tersebut.

"Itu sejak bulan April 2020 di keluarkan Sudin Naker Jaktim. Tapi sampai sekarang Transjakarta sudah lewat waktu ini, sudah menolak dan tidak membayar anjuran itu. Ini sudah lewat waktu," kata Tigor.[dod]

Komentar Pembaca