Dihipnoterapi, Pembunuh Ibu Kandung Ini Menangis Di Depan Kapolres

Hukum  KAMIS, 16 JULI 2020 , 07:07:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Dihipnoterapi, Pembunuh Ibu Kandung Ini Menangis  Di Depan Kapolres

Tersangka Hartoyo/RMOL

Seorang tersangka penganiaya ibu kandungnya hingga tewas, Hartoyo (37), menangis di depan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng, Kebumen ini mengaku menyesali perbuatannya.

Hartoyo nekat menganiaya ibu kandungnya gara-gara warisan.

AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Rabu (15/7), sengaja mengundang Hartoyo ke ruang kerjanya.

Kapolres selanjutnya memberikan hipnoterapi investigasi for trauma healing terhadap Hartoyo.

"Kami lakukan pendekatan dari hati-ke hati, komunikasi lewat pikiran bawah sadarnya agar dikemudian hari tersangka bisa berubah menjadi orang yang lebih baik dan lebih produktif," ujar AKBP Rudy.

"Dari hipnoterapi itu kami ajak tersangka menceritakan kondisinya tanpa paksaan. Selanjutnya tersangka disisipi pesan Kamtibmas," sambungnya.

Ada beberapa efek dari pesan Kamtibmas yang diberikan Kapolres dari terapi tersebut.

Pertama tersangka akan menyesali perbuatannya. Tersangka dikemudian hari diharapkan berubah menjadi lebih baik. Yang terakhir akan menutup diri dan hatinya jika ada orang yang akan mengajak melakukan kejahatan.

"Ini terbukti setelah diberikan hipnoterapi, setelah terbangun, tersangka menangis menyesali perbuatannya selanjutnya minta buku tuntunan salat dan buku mengaji. Dia mengaku taubat," kata Kapolres.

Seperti Diberitakan Kantor Berita RMOLJateng, Hartoyo tega menganiaya ibu kandungnya, Sandiyah (83) hingga meninggal dunia.

Perbuatan Hartoyo dilakukan karena mengaku kesal kepada korban, lantaran korban tidak mau mengubah surat perjanjian terkait warisan tanah yang dibuat keluarga pada 2015 silam.

Tersangka melakukan penganiayaan dengan cara melempar botol minuman soda yang berisi air dan mengenai tepat di pelipis korban.

Setelah korban merasa kesakitan, emosi tersangka makin menjadi-jadi.

Hartoyo kemudian melakukan pemukulan pada bagian wajah, menarik tubuh korban dan mendorongnya hingga terpental.

Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun akhirnya meninggal dunia.[dod]

Komentar Pembaca