Desak RUU HIP Dicabut, Slamet Maarif: Umat Butuh Kepastian

Politik  KAMIS, 16 JULI 2020 , 14:41:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Desak RUU HIP Dicabut, Slamet Maarif: Umat Butuh Kepastian

Slamet Maarif/RMOL

Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI kembali menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) untuk menyuarakan sejumlah tuntutan.

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengatakan, salah satu tuntutannya adalah mendesak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dicabut.

"Kita ingin dapat kepastian dari DPR RI bahwa RUU HIP atau PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila tidak akan dilanjutkan, dicabut, dibatalkan dari prolegnas (Program Legislasi Nasional) lewat sidang paripurna hari ini," ujar Slamet di Gedung DPR RI, Kamis (16/7).

Slamet menegaskan, umat butuh kepastian terkait kelanjutan RUU HIP yang telah menimbulkan polemik. Anak NKRI juga menuntut agar inisiator atau penggagas RUU HIP segera diusut dan dihukum.

Pasalnya, RUU tersebut dianggap mendegradasi harkat dan martabat Pancasila, serta dianggap sebagai alat untuk mengembalikan paham komunisme di Indonesia.

"Ini negara hukum. Siapa pun yang coba-coba menghentikan Pancasila, memaksakan kehendaknya untuk mengganti Pancasila, apalagi menghidupkan Komunis kembali maka harus di proses secara hukum baik perorangan maupun partai yang terlibat," tegasnya.

Untuk diketahui, Anak NKRI merupakan gabungan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam maupun Ormas nasional lainnya, diantaranya Front Pembela Islam (FPI), Persaudaraan Alumni 212 (PA212) dan lain sebagainya.[dod]

Komentar Pembaca