Berpeluang Sebarkan Corona, Aktivis Mahasiswa Kecam Unjuk Rasa Di Depan DPR

Politik  KAMIS, 16 JULI 2020 , 17:35:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Berpeluang Sebarkan Corona, Aktivis Mahasiswa Kecam Unjuk Rasa Di Depan DPR

Riswan Siahaan/Ist

Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Permasta (Universitas Krisnadwipayana, Universitas Islam Jakarta, Universitas Bung Karno, STT Jakarta, Tribuana, Mercusuar, Universitas Ibnu Chaldun dan,UNIJA), mengecam keras aksi unjuk rasa ribuan massa di depan Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7).

Koordinator Permasta Riswan Siahaan mengatakan, aksi massa hari ini di depan Gedung DPR berpeluang menjadi bencana. Karena aksi mereka digelar saat pandemi Covid-19 masih mewabah.

Kata Riswan, dalam situasi pandemi Covid-19, mengharuskan masyarakat untuk melakukan pembatasan sosial guna memutus rantai penyebaran virus asal Wuhan, China tersebut.

"Aksi ribuan massa hari ini dapat menjadi sebuah bencana, karena tidak ada yang menjamin protokol kesehatan diterapkan dalam aksi tersebut," kata Riswan melalui keterangan tertulisnya, Kamis (16/7).

Menurut Riswan, dalam aksi unjuk rasa hari ini berpeluang penyebaran Covid-19 berkembang dengan pesat.

Hal ini tentunya dapat merugikan dan dapat menjadikan aksi tersebut sebagai bencana bagi pelaku aksi dan masyarakat.

"Hal inilah yang kami nilai sebagai upaya pembunuhan massal," pungkas Riswan.

Diketahui, hari ini Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI kembali menggelar demonstrasi di Gedung MPR/DPR. Mereka menuntut agar DPR bersikap dan mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Massa demonstran telah berdatangan sejak pukul 8.45 WIB. Aksi ini diikuti para pengunjuk rasa dari berbagai kelompok. Di antaranya ada Persaudaraan Alumni atau PA 212, Front Pembela Islam (FPI), dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Hari ini juga demonstran gabungan dari buruh dan mahasiswa yang menuntut Omnibus Law tidak dibahas selama wabah Covid-19.

Demonstran yang menuntut pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja ini ditunda terdiri dari kelompok Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR), dan Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia.

Kelompok mahasiswa yang turut unjuk rasa itu di antaranya GMNI UKI, Federasi Pelajar Indonesia (Fijar), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Jentera dan kelompok lainnya.[dod]

Komentar Pembaca