Pencalonan Anak Dan Menantu Jokowi Memecah Belah PDIP

Politik  JUM'AT, 17 JULI 2020 , 15:27:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Pencalonan Anak Dan Menantu Jokowi Memecah Belah PDIP

Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution/Net

Pengkaderan di tubuh PDIP akan rusak bila benar-benar mengusung keluarga Presiden Joko Widodo yang masih seumuran jagung maju di Pilkada.

Begitu yang disampaikan pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam berkenaan dengan majunya anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka dan menantunya, Bobby Afif Nasution di Pilkada Serentak 2020.

Menurut Saiful, sebaiknya PDIP tidak mengusung putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming di Pilkada Solo maupun menantunya Bobby Nasution di Pilkada Medan.

"Kalau tidak ingin merusak pengkaderan di tubuh PDIP, sebaiknya jangan usung Gibran dan Bobby. Karena kalau tidak, maka bukan tidak mungkin kader-kader potensial akan mengambil ancang-ancang untuk pindah haluan dan memecah belah partai," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/7).

Namun demikian, Saiful tak menampik jika keduanya sangat berpotensi diusung oleh partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

"Tetapi kalau objektif, tidak mungkin anak seumur jagung yang belum berkarier di partai akan diusung, meskipun bukan rahasia umum menurut pengalaman dan cerita yang ada, tidak ada yang gratis dalam pengusungan Bacalon (bakal calon)," jelas Saiful.

"Kalau mau pragmatis bisa saja diusung, tapi kalau objektif sebaiknya berkarier dulu di partai. Saya melihat akan membunuh PDIP sendiri apabila tetap mengusung Boby maupun Gibran, karena sudah ada calon-calon yang lebih layak untuk dimajukan," terang Saiful.

lebih lanjut, para kader potensial yang tersingkir akibat keberadaan Bobby dan Gibran bisa saja menjadi bumerang bagi PDIP sendiri.

"Apa iya mereka akan disingkirkan, tentu akan menjadi bom waktu bagi keberlangsungan partai. Saya kira PDIP dilema dalam masalah ini, kalau tidak diusung anak presiden, kalau diusung bisa mencoreng partai. mau objektif atau pragmatis, kembali ke partai masing-masing," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca