Gugat Telkomsel, Denny Siregar Didampingi Otto Hasibuan

Hukum  JUM'AT, 17 JULI 2020 , 20:00:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gugat Telkomsel, Denny Siregar Didampingi Otto Hasibuan

Denny Siregar/Net

Menyusul kasus bocornya data pribadi Denny Siregar oleh pihak Telkomsel, pegiat media sosial itu mempercayakan advokat senior Otto Hasibuan untuk membela kepentingan hukumnya.

Pengumuman tersebut disampaikan Denny di Kantor Hukum Otto Hasibuan & Associates di Komplek Duta Merlin, Jalan Gajah Mada No 3-5, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Dalam kesempatan tersebut Denny juga didampingi Muannas Alaidid, kuasa hukum yang selama ini mendampinginya.

Muanas mengatakan, Bareskrim Polri sudah berhasil menangkap seorang pegawai outsourcing Grapari Telkomsel karena telah membocorkan data pribadi milik Denny Siregar sebagai pelanggan Telkomsel.

"Kami berharap adanya Pak Otto Hasibuan dengan segudang pengalaman dapat memberikan angin segar dalam pengungakapan kasus kebocoran data Telkomsel," kata Muanas.

Dengan demikian, menurut Muanas, artinya kasus ini tidak berhenti pada penangkapan pegawai outsourcing tersebut.

Karena patut diduga untuk membuka data pribadi pada perusahaan provider juga butuh otoritas khusus dari pimpinan karena sifatnya yang rahasia.

"Karena provider Telkomsel bagian dari BUMN, maka perlu ada evalusi internal untuk bersih-bersih," ujar Muanas.

Muanas mengungkapkan, Denny siregar merupakan contoh korban yang datanya diambil dan disebarkan di sosial media dengan motif intimidasi dan teror.

"Bukan tidak mungkin kejadian Denny Siregar akan dialami oleh pengguna provider Telkomsel yang jumlahnya hampir 160 juta pelanggan dengan motif lain penipuan dan sebagainya," ungkap Muanas.

Muanas menuturkan, kasus pembocoran data pribadi yang melibatkan perusahaan besar tidak dapat dipandang sebagai kejahatan yang dilakukan oleh orang per orang secara pribadi.

Kata Muanas, harus ada pemeriksaan dan tanggung jawab korporasi yang mendalam kepada direktur, komisaris bahkan pemegang saham sebagai pemilik otoritas khusus dalam perusahaan.

Hal ini sebagaimana diatur pada pasal 1367 KUHPerdata, dimana majikan harus bertanggung jawab atas perbuatan bawahannya atau orang yang diperintahnya.

Muanas melanjutkan, akibat dari kebocoran data ini efeknya sangat luar biasa. Denny Siregar sebagai penulis dan influencer yang memiliki banyak pengikut sangat rentan dengan ancaman.

"Faktanya dalam sehari rumah Denny Siregar selalu didatangi oleh orang tidak dikenal dengan alasan mengirim barang dalam bentuk COD. Kejadian ini bisa terjadi sekitar 4-5 kali dalam sehari. Ini jelas ancaman mental sebagaimana disebarkan di media sosial yang sudah sampai kepada keluarga Denny Siregar," ucap Muanas.

"Telkomsel harus bertanggungjawab, tidak mengganggap masalah ini secara sederhana. Karena mental anak-anak dan isteri Denny Siregar sudah jatuh dengan adanya tindakan-tindakan orang tidak bertanggung jawab," sambungnya.

Muanas juga berencana mengajukan somasi kepada Telkomsel dan mendatangi LPSK untuk mengadukan juga masalah pengancaman yang dialami oleh Denny Siregar.

"Hal ini untuk menghindari terjadinya tindakan-tindakan persekusi lanjutan dan perlindungan hukum," tutup Muanas.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, data pribadi pegiat media sosial Denny Siregar bocor di media sosial. Adalah akun @opposite6891 yang menyebar data dari Denny Siregar.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00