3 Jenderal Dicopot, IPW: Citra Polri Hancur Gara-gara Djoko Tjandra

Hukum  SABTU, 18 JULI 2020 , 07:33:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

3 Jenderal Dicopot, IPW: Citra Polri Hancur Gara-gara Djoko Tjandra

Tjoko Tjandra/Net

Secara terbuka Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi Kapolri Idham Azis yang bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para jenderal dalam melindungi buronan kakap Djoko Tjandra.

Setelah mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot kepala NCB Interpol Polri Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB.

"Tiga jenderal sudah dicopot Kapolri dalam dua hari, dan ini tentunya wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/7).

Menurut Neta, tentunya tidak cukup hanya sampai disitu, agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para jenderal untuk bermain-main melindungi orang-orang bermasalah.

Kata Neta, ada lima hal lagi yang patut dilakukan Kapolri dalam menuntaskan kasus persekongkolan Djoko Tjandra.

"Pertama segera membuka CCTV Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Djoko Tjandra datang mengurus surat jalan," ujar Neta. Kedua, apa motivasi para jenderal itu dalam memberi keistimewaan kepada Djoko Tjandra. Ketiga, disebut-sebut dalam kasus Djoko Tjandra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya. "Keempat, semua pihak di Polri yang terlibat kasus Djoko Tjandra, terutama ketiga jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa digelar di pengadilan," ungkap Neta.

Sebab kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Djoko Tjandra adalah kejahatan luar biasa. "Kelima, semua pihak di luar Polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Djko Tjandra, mulai dari Lurah hingga Dirjen Imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan," tegas Neta.

Hal ini bertujuan agar persekongkolan jahat dalam melindungi Djoko Tjandra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di pengadilan

"Setelah itu, Polri perlu mencermati proses PK Djoko Tjandra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan-segan menciduk oknum yang terlibat. Hanya dengan kerja keras yang promoter dari Kapolri Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Djoko Tjandra," pungkas Neta.[dod]

Komentar Pembaca