85.508 Siswa Tak Mampu Dapat Subsidi Uang Pendaftaran Sekolah Swasta

Megapolitan  SENIN, 20 JULI 2020 , 12:28:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

85.508 Siswa Tak Mampu Dapat  Subsidi Uang Pendaftaran Sekolah Swasta

Catur Laswanto/Net

Banyaknya siswa yang tidak lulus seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tidak pantas membuat Pemprov DKI Jakarta lepas tangan.

Pemprov DKI saat ini tengah menyusun skema bantuan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK yang terpaksa masuk sekolah swasta.

Nantinya bantuan tersebut diprioritaskan untuk mereka yang secara ekonomi terdampak akibat pandemik Covid-19.

Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, agar tepat sasaran, Pemprov DKI Jakarta pun memadankan data siswa PPDB dan data bantuan sosial Covid-19.

"Kenapa kami padankan? Karena asumsinya adalah ketika nanti akan diberikan bantuan uang masuk atau uang pangkal sekolah, maka mereka adalah yang layak dan terdampak Covid-19," ujar Catur seperti dikutip dalam rapat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Youtube Pemprov DKI, Senin (20/7).

Diketahui, saat PPDB kemarin, jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 358.664 dan yang masuk sekolah negeri berjumlah 232.653 siswa. Sementara yang tidak diterima sebanyak 126.011.

Catur mengungkapkan, Pemprov DKI bakal membantu uang pangkal para siswa yang terdata masuk di sekolah swasta dan terdampak Covid-19.

Adapun Pemprov DKI memerlukan anggaran sebesar Rp171 miliar untuk bantuan tersebut.

Bantuan akan diberikan kepada siswa yang terdata dalam penerimaan bansos. Total siswa yang mendapat bantuan ini sebanyak 85.508 orang.

"Mereka yang layak dan terdampak Covid-19 adalah mereka yang sudah masuk dalam data bansos. Kita padankan dengan bansos sehingga kita ketemu NIK orang tua dan dari situ kita mendapat data kelayakan orang tua yang terdampak ekonominya karena Covid-19," tutup Catur.[dod]

Komentar Pembaca