Tak Setuju Jakpro Pinjam Uang Ke Bank DKI Rp 1,1 Triliun, M Taufik: Ini Bukan Perusahaan Emaknya

Megapolitan  JUM'AT, 24 JULI 2020 , 09:49:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tak Setuju Jakpro Pinjam Uang Ke Bank DKI Rp 1,1 Triliun, M Taufik: Ini Bukan Perusahaan Emaknya

Mohamad Taufik/Ist

Rencana PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengajukan dana talangan ke Bank DKI dipastikan tidak semudah membalikan telapak tangan.

Pinjaman tersebut merupakan upaya menalangi dana penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,2 triliun yang belum disalurkan hingga Juni 2020.

Sementara keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu hanya mampu bertahan hingga Juli 2020.

Menanggapi rencana Jakpro tersebut, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik menilai, pagu anggaran yang dimiliki Bank DKI tidak cukup memberikan pinjaman sebesar itu.

"Apakah, Bank DKI cukup untuk berikan Rp1,1 triliun? Saya minta Bank DKI jangan ambil risiko," kata Taufik di Jakarta, Kamis (23/7).

Taufik menjelaskan, untuk meminjam uang di bank manapun tidak muadah, apalagi jumlahnya mencapai Rp1,1 triliun.

Apalagi keuangan Jakpro, menurut dia, sedang tidak baik sehingga cukup berisiko gagal bayar.

"Jakpro ingin pinjam. Maka harus memiliki jaminan untuk hutang. Pertanyaan saya, Jakpro apa jaminannya? PMD? Kalau PMD tidak cair bagaimana? PMD harus ada persetujuan eksekutif dan legislatif," ujar Taufik.

Taufik meminta dua perusahaan plat merah itu mengerti bahwa APBD DKI 2020 turun hingga 53,66% atau hanya Rp47,18 triliun dari target semula realisasi APBD DKI 2020, mencapai Rp87,95 triliun.

"Saya menolak rencana peminjaman itu. Saya selaku Wakil Ketua Banggar DPRD DKI, akan panggil Direksi Bank DKI nanti," tegas Taufik.

Taufik menyatakan, jika memang Jakpro bisa melakukan pinjaman uang ke Bank DKI, tidak perlu meminta PMD dari APBD.

Artinya, perusahaan plat merah itu mampu sendiri menyelesaikan proyek dengan anggaran sendiri.

"Jangan minta PMD, karena mampu berhutang. Ini bukan perusahaan emaknya atau bapaknya. Ingat PMD bersumber dari APBD," Tutup Taufik.

Seperti diketahui, PT Jakpro meminta Bank DKI membantu pembiayaan proyek Stadion BMW.

"Kami sudah diskusi dengan Bank DKI, tinggal tunggu tanda tangan dan uang bisa cair," jelas Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, Senin (29/6).

Bantuan itu sebagai bentuk upaya menalangi dana PMD sebesar Rp1,2 triliun yang belum disalurkan hingga Juni 2020. Sementara keuangan Jakpro hanya mampu bertahan hingga Juli 2020 untuk mengerjakan beberapa proyek penugasan Pemprov DKI.

Dwi mengungkapkan, Bank DKI telah menyetujui dana sebesar Rp1,1 triliun, namun saat ini masih menunggu penyelesaian proses adminisrasi, paling lambat akan selesai pada pekan depan.[dod]

Komentar Pembaca