Survei Indometer

Prabowo Dan PDIP Kokoh Di Puncak, PSI Alami Kenaikan

Politik  SENIN, 27 JULI 2020 , 14:24:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Prabowo Dan PDIP Kokoh Di Puncak, PSI Alami Kenaikan

Prabowo Subianto/Net

Kurun waktu lima bulan terakhir ditandai dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Selain dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dan sosial-ekonomi, pandemi juga turut mempengaruhi peta dukungan terhadap kandidat dan partai politik.

Temuan survei Indometer menunjukkan Prabowo Subianto masih kokoh berada di puncak elektabilitas di antara tokoh yang berpeluang menjadi calon presiden pada 2024 mendatang. Dibandingkan dengan survei pada Februari 2020, Prabowo tetap unggul meskipun menurun.

Demikian pula dengan PDIP yang tetap meraih elektabilitas tertinggi, di tengah kecenderungan menurunnya elektabilitas semua partai politik. Hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mengalami trend kenaikan selama berkecamuknya pandemi Covid-19.

Prabowo dan PDIP masih kokoh di puncak elektabilitas, sementara hampir semua parpol turun elektabilitasnya, hanya PSI yang mengalami kenaikan,” ungkap Direktur Eksekutif lembaga survei INDOMETER Leonard SB melalui siaran persnya di Jakarta, Senin (27/7).

Elektabilitas Prabowo bertengger di angka 17,6 persen atau turun dari sebelumnya 23,1 persen. Perubahan signifikan dialami tokoh-tokoh berlatar belakang kepala daerah, di mana sejumlah tokoh mengalami kenaikan dan menggeser posisi tokoh-tokoh lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengalami kenaikan pesat. Ganjar kini berada di urutan kedua, menggantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang semula membayangi Prabowo.

Elektabilitas Ganjar naik dari sebelumnya 9,7 persen menjadi 15,4 persen. Sementara itu Kang Emil melesat dua kali lipat dari 5,2 persen menjadi 11,3 persen. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga naik dari 2,3 persen menjadi 4,1 persen.

Di antara tokoh berlatar belakang kepala daerah yang mengalami penurunan elektabilitas adalah Anies yang anjlok dari 14,8 persen menjadi 10,1 persen, Selain itu ada walikota Surabaya Tri Rismaharini yang turun dari 4,5 persen menjadi 2,9 persen.

Menurut Leonard, pandemi Covid-19 memberikan lonjakan dukungan bagi sejumlah gubernur yang merupakan pemegang kebijakan di tingkat daerah. Tokoh-tokoh yang lebih mapan seperti Anies dan Risma pun kini seolah mendapat penantang baru dalam kontestasi elektoral.

Selebihnya diisi tokoh-tokoh nasional baik yang memegang jabatan di pemerintahan maupun tidak. Sebut saja Menteri BUMN Erick Thohir (3,2 persen/1,8 persen), Menko Polhukam Mahfud (1,8 persen/1,4 persen), dan ketua DPR Puan Maharani (1,4 persen/1,2 persen).

Tokoh nasional lainnya adalah Sandiaga Uno yang merupakan mantan cawapres Prabowo (10,3 persen/8,8 persen) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen/3,3 persen). Sisanya hanya kurang dari 1 persen, dari total seluruhnya ada 20 nama tokoh.

Tokoh nasional lainnya adalah Sandiaga Uno yang merupakan mantan cawapres Prabowo (10,3 persen/8,8 persen) dan ketua umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen/3,3 persen). Sisanya hanya kurang dari 1 persen, dari total seluruhnya ada 20 nama tokoh.

Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan ketua umum Golkar (1,0 persen/0,2 persen) dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (1,1 persen/0,4 persen). Selebihnya menyatakan tidak tahu/tidak menjawab (15,2 persen/17,3 persen).

Sementara itu elektabilitas PDIP mencapai 26,8 persen, turun dari sebelumnya 30,1 persen. Selama pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak awal Maret 2020, elektabilitas partai politik mengalami penurunan.

Tercatat hanya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang naik elektabilitasnya dibandingkan survei sebelumnya pada Februari 2020. Ketika parpol lainnya turun elektabilitasnya saat pandemi, hanya PSI yang mengalami kenaikan dari 2,1 persen menjadi 4,4 persen,” ungkap Leonard.

Meskipun tidak lolos ke Senayan, tetapi wakil-wakil PSI di DPRD aktif mendorong kebijakan untuk mengatasi pandemi dan dampak sosialnya. Demikian pula di tingkat basis, kader-kader PSI diketahui terus bergerak memberikan bantuan sosial dan pendampingan, jelas Leonard.

Posisi tiga besar setelah PDIP masih diduduki oleh Gerindra dan Golkar. Elektabilitas Gerindra melemah dari 14,7 persen menjadi 14,1 persen, sedangkan Golkar merosot dari 9,9 persen menjadi 8,1 persen.

Selain PSI, parpol-parpol papan tengah seluruhnya juga turun elektabilitasnya, yaitu PKB (5,5 persen/5,4 persen), PKS (5,3/4,9 persen), Nasdem (4,6 persen/4,2 persen), Demokrat (4,7 persen/3,9 persen), PAN (2,6 persen/2,3 persen), dan PPP (2,8 persen/2,1 persen).

Parpol-parpol papan bawah adalah Perindo (1,2 persen/0,7 persen), Berkarya (0,3 persen/0,4 persen), Hanura (0,7 persen/0,3 persen), PKPI (0,3 persen/0,1 persen), PBB (0,2 persen/0 persen), dan Garuda (0,1 persen/0 persen). Sisanya tidak tahu/tidak menjawab (14,9 persen/22,2 persen).

Survei Indometer dilakukan pada 11-20 Juli 2020 melalui sambungan telepon kepada 1.200 responden dari seluruh provinsi yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error sebesar 2,98 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00