JPS Dorong Pemprov DKI Akusisi Saham Pusat Di PT JIEP

Megapolitan  SELASA, 28 JULI 2020 , 14:27:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

JPS Dorong Pemprov DKI Akusisi Saham Pusat Di PT JIEP

M Syaiful Jihad/Net

Pengembangan Kawasan Industri Pulogadung oleh PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) di atas lahan seluas 500 hektare mendapat apresiasi sejumlah pihak.

Pengembangan kawasan tersebut direncanakan dari sebatas kawasan industri yang telah eksis saat ini menjadi kawasan terpadu yang memiliki beragam fasilitas publik, seperti rusunawa, rumah sakit, sekolah, hingga transportasi publik terintegrasi.

"Pengembangan Kawasan Industri Pulogadung terobosan yang inovatif," kata Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS), M Syaiful Jihad melalui keterangan tertulisnya, Selasa (28/7).

Di kawasan yang berlokasi di ujung timur ibukota itu juga disiapkan ruang terbuka hijau seluas 94 hektare dalam konsep re-master plan 2019-2023. Ini melebihi lahan Monas seluas 80 hektar dan Ragunan luasnya 70 hektare

Namun, rencana pengembangan kawasan itu masih menunggu perubahan dua perda yang telah masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) tahun 2020, yakni Raperda tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030.

"Pemggodokan revisi dua perda ini harus terus didorong, mengingat tahun 2020 tinggal 5 bulan lagi," ujar Syaiful.

Disamping itu, menurut Syaiful, ada masalah krusial yang harus segera diselesaikan, yaitu terkait kepemilikan saham di PT JIEP.

Di PT JIEP tidak ada pemegang saham mayoritas. Pemprov DKI memiliki 50 persen saham dan Pemerintah Pusat juga memiliki 50 persen.

"Seharusnya Pemprov DKI mengakuisisi saham pusat, sehingga menjadi pengendali di JIEP. Dengan begitu nantinya JIEP akan lebih banyak memberi pemasukan ke Pemprov DKI," saran Syaiful.

Diketahui PT JIEP memberi pendapatan ke Pemprov DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp 20 miliar, tahun 2018 Rp 16,321 miliar, tahun 2017 Rp 12,635 miliar, tahun 2016 Rp 10,284 miliar dan tahun 2015 Rp 11 miliar.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104