Poldasu Harus Jelaskan Status Hukum Wabup Sergai

Hukum  SELASA, 28 JULI 2020 , 15:31:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Poldasu Harus Jelaskan Status Hukum Wabup Sergai

Markas Polda Sumut/Net

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) dituntut segera menuntaskan kasus pencurian buah kelapa sawit di areal perkebunan Budidaya milik PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kebun Adolina di Kelurahan Batang Terap, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai).

Kasus yang terjadi pada awal 2018 tersebut menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama Wakil Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya.

Darma Wijaya diketahui sudah dimintai keterangannya oleh penyidik Poldasu pada Rabu, (12/12/2018).

Dilansir dari tribun-medan.com, pemeriksaan Darma Wijaya di Mapolda Sumut ini sebelumnya dibenarkan oleh Direktur Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Ronny Santama.

Disebut kalau Darma Wijaya diperiksa sebagai saksi atas pencurian yang dilakukan S dan AS warga Kecamatan Pegajahan dan Perbaungan.

Keduanya merupakan terduga pencuri buah kelapa sawit di areal perkebunan Budidaya kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Kebun Adolina.

"Wakil Bupati Serdang Bedagai diperiksa selama tiga jam di ruang penyidik Unit III Subdit IV/Tipidter Ditreskrimsus," kata Ronny.

"Poldasu harus serius menuntaskan kasus yang membawa-bawa nama Wakil Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya. Jangan ada kata main-main," kata Sekjen Tonggak Demokrasi, Andri Yudha Aulia melalui keterangan elektroniknya, Selasa (28/7).

Menurut Andri, pengamanan tahapan Pilkada Sergai bukan alasan menunda-nunda proses hukum kasus tersebut.

Disisi lain, Andri mendorong Poldasu untuk menjelaskan kepada publik, khususnya masyarakat Kabupaten Sergai terkait status Darma Wijaya.

"Jika wakil bupati memang tidak bersalah harus dipulihkan nama baiknya. Tapi kalau terlibat harus ditindaklanjuti sampai tuntas," ujar Andri.

Andri menambahkan, setiap calon kepala daerah harus good and clean governance serta jelas rekam jejaknya.

"Apakah ada masa lalu yang kelam supaya kelak jadi pemimpin terhindar dari sikap koruptif," tegas Andri.

Andri juga mendorong partai politik selektif dalam memberikan rekomendasi terhadap para calon kepala daerah supaya masyarakat tidak teracuni dengan perbuatan yang tidak baik.

"Parpol juga harus klarifikasi kepada aparat kepolisian apakah Wakil Bupati Sergai tidak terlibat dalam pencurian sawit. Apakah ini akibat adanya persaingan politik atau memang faktanya dia terlibat," ungkap Andri.

Diketahui, Darma Wijaya sedang berancang-ancang mengikuti Pilkada Sergai pada 9 Desember 2020.[dod]

Komentar Pembaca