Semester I, Pendapatan Indosat Ooredoo Naik 9,4 Persen

Bisnis  KAMIS, 30 JULI 2020 , 09:06:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Semester I, Pendapatan Indosat Ooredoo Naik 9,4 Persen

Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama/Ist

PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) meraup pendapatan Rp 13,5 triliun pada Semester I 2020. Pendapatan ini naik 9,4 persen dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu.

Selain itu, pendapatan seluler meningkat 11,8 persen menjadi Rp 11,1 triliun, EBITDA mencapai Rp 4,4 triliun atau meningkat 22,5 persen dan EBITDA margin tercatat 40,4 persen atau meningkat 4,3 persen dibanding tahun lalu.

Pelanggan seluler mencapai 57,2 juta pada akhir Juni 2020, meningkat 0,9 persen dibanding tahun lalu.

Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) meningkat menjadi Rp 31,4 ribu dari sebelumnya Rp 27,9 ribu pada semester I 2019. Trafik data tumbuh sebesar 61 persen dibanding tahun lalu.

President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Abdulaziz AA Al-Neama, mengatakan, capaian ini menunjukkan Indosat Ooredoo telah mempertahankan momentum pertumbuhan dan memberikan kinerja yang solid untuk semester pertama tahun 2020.

Kata Abdulaziz, meskipun ada rintangan yang disebabkan pandemi COVID-19, perusahaan tetap berada di jalur yang tepat dengan strategi 3 tahun dan terus berharap mempertahankan tren pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan di kuartal mendatang.

"Selama masa menantang ini, kami menyadari tanggung jawab Indosat Ooredoo untuk membantu masyarakat tetap terhubung dan kami telah mempercepat penggelaran jaringan untuk memastikan ketersediaan dan keandalan jaringan," kata Abdulaziz dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).

Pada waktu yang bersamaan, perusahaan menyatakan tetap mengutamakan kesehatan dan keamanan karyawan serta telah menerapkan cara kerja virtual semaksimal mungkin.

Pergeseran ke gaya hidup online ini sepertinya akan berlangsung lama dan Indosat Ooredoo tetap berkomitmen penuh mendukung agenda digital Indonesia.

"Kami harap ini akan menjadi pendorong vital bagi pertumbuhan ekonomi negara di tengah pandemi," ujar Abdulaziz.[dod]

Komentar Pembaca