Relawan Jokowi: Akhyar Nasution Haus Kekuasaan!

Politik  KAMIS, 30 JULI 2020 , 16:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Relawan Jokowi: Akhyar Nasution Haus Kekuasaan!

Tigor Doris Sitorus/Net

Keputusan Wakil Ketua DPD PDIP Sumatera Utara Akhyar Nasution merapat ke Partai Demokrat karena merasa disisihkan dalam pencalonan Walikota Medan untuk PDIP menjadi sorotan.

Pasalnya, sosok Akhyar sebagai kader murni dikabarkan tersingkir karena sosok Bobby Nasution, menantu Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris Sitorus menilai, kondisi politik inilah yang kemudian dimanfaatkan Akhyar Nasution seolah-seolah menjadi pihak yang dizalimi dalam bursa pencalonan Walikota Medan.

"Padahal faktanya, PDIP tak melirik Akhyar Nasution karena dia tak memiliki prestasi selama menjabat Plt Walikota Medan. Baik untuk masyarakat maupun PDIP yang sudah membesarkan namanya," kata Tigor melalui layanan WhatsApp Messenger, Rabu (29/7).

Tigor juga mempersoalkan sikap Akhyar yang kerap menjelek-jelekan PDIP demi meraih simpati publik.

"Akhyar haus kekuasaan. Nggak pantas pimpin Medan. Selama lima tahun ini kalau bukan karena jasa PDIP, Akhyar jadi apa," sindir kader PDIP.

Tigor juga mengingatkan agar Akhyar jangan seperti pepatah, kacang lupa kulitnya.

"Akhyar lebih baik diam. Jangan lagi ngomong buruk soal PDIP," ujar Tigor.

Tigor lantas mengungkit kontribusi Akhyar saat Pilkada Sumut 2018 silam.

Saat itu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Utara nomor urut 2 yang diusung PDIP, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) kalah telak dari pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) di wilayah Kota Medan.

"Kalau Akhyar bekerja dengan baik di Medan, tentunya suara Djarot-Sihar bisa maksimal," tegas Tigor.

Bukan cuma itu, saat memenangkan Pilkada Medan 2015, Akhyar yang mendampingi Dzulmi Eldin hanya memperoleh 346.406 suara.

Saat itu partisipasi pemilih pada Pilkada Medan hanya 507.350 orang atau sebesar 25,38 persen dari total pemilih 1.998.835, dengan rincian terdata dalam DPT sebesar 1.985.096 ditambah DPTb1 2.236 pemilih dan DPPh 633 serta DPTb2 sebanyak 10.870.

"Artinya tingkat kepercayaan warga terhadap Akhyar sangat rendah," pungkas kader PDIP ini.

Kepindahan Akhyar dari PDIP ke Partai Demokrat bermula dari kunjungan Bappilu Partai Demokrat pada Juni lalu.

Di hadapan pengurus Bappilu, Akhyar menyatakan kesiapan bergabung dan membuat kartu tanda anggota dengan catatan Demokrat mau mengusungnya menjadi calon wali kota Medan.

Mendapat kader potensial, pengurus Demokrat langsung bersepakat untuk mengusungnya di Pilkada Medan. Akhyar dianggap kuat karena posisinya saat ini adalah Plt Walikota Medan. Di sisi elektoral, elektabilitas Akyar di Medan paling tinggi dibandingkan kader Demokrat lainnya.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00