Ketimbang Bikinan China, JPS Sarankan Anies Pilih Bus Listrik Lokal

Megapolitan  SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 12:09:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ketimbang Bikinan China, JPS Sarankan Anies Pilih Bus Listrik Lokal

Bus listrik buatan lokal/Net

Selama tiga bulan ke depan, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) melakukan uji coba pengoperasian bus listrik. Bus listrik yang akan beroperasi ada 2 unit.

Untuk layanan EV1, Transjakarta awalnya mengoperasikan dua unit armada BYD untuk menguji kecocokan armada listrik di layanan Transjakarta.

PT Bakrie Autoparts sebagai agen BYD di Indonesia membawa dua unit bus single low entry tipe K9 dan bus medium tipe C6 pada uji coba ini.

Bicara soal bus listrik BYD asal China, bus listrik ini memang sudah banyak digunakan di berbagai negara di dunia.

Mengutip data spesifikasi dari laman resmi BYD, bus listrik BYD K9 ditenagai oleh motor listrik tipe AC Synchronous Motor. Tenaga maksimalnya mencapai 300 kW dengan torsi maksimal 1.100 Nm. Tenaga listrik disimpan dalam baterai BYD Iron-Phosphate. Baterai itu berkapasitas 324 kWh.

Proses pengisian baterai sekitar 4-5 jam. Dalam sekali pengisian baterai, bus ini bisa menempuh jarak sejauh 250 km dengan kecepatan maksimal 70 km/jam.

Secara dimensi, bus punya panjang 12 meter, lebar 2,5 meter dan tinggi 3,4 meter. Jarak sumbu rodanya 6,1 meter. Bus ini berbobot 18.000 kg.

Sementara versi yang lebih kecil, BYD C6 memiliki panjang 7.403 mm, lebar 2.140 mm, dan tinggi 2.926 mm. BYD C6 dibekali baterai Iron-phospate kapasitas 135 kWh.

Untuk pengisian dayanya sendiri, diklaim bisa rampung dalam waktu 4 jam. Kecepatan maksimal yang bisa ditempuh mencapai 100 km/jam. Untuk penggunaan dalam kota, bus listrik ini bisa menempuh jarak hingga lebih dari 200 km sekali cas.

Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad mendukung upaya penggunaan kendaraan umum yang ramah lingkungan, seperti pengoperasian bus listrik TransJakarta.

Meski demikian, Syaiful menyarankan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memilih bus listrik buatan lokal untuk digunakan sebagai bus TransJakarta.

"Lebih baik bus listrik buatan lokal dengan kualitas lebih bagus daripada coba-coba buatan China," kata Syaiful Jihad melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (1/8).

Bus listrik buatan lokal antara lain diproduksi PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Rencananya, bus listrik yang dinamakan Maxvel tersebut siap diproduksi massal.

Harga satu unit bus listrik lokal diprediksi lebih dari Rp 5 miliar dengan komponen lokal mencapai 60 persen.

Syaiful mengungkapkan, penggunaan bus listrik merupakan terobosan cerdas untuk memperbaiki kualitas udara ibukota.

Syaiful menjelaskan, pemakaian mobil listrik bisa mengurangi emisi sebesar 30 persen dan bisa membuat udara lebih bersih.

Sementara biaya operasional mobil listrik 50 persen lebih murah dari kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM).[dod]

Komentar Pembaca