Adi Kurnia Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban Untuk Warga Dan Kader Gerindra

Megapolitan  SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 17:58:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Adi Kurnia Salurkan 2.000 Paket Daging Kurban Untuk Warga Dan Kader Gerindra

Adi Kurnia Setiadi dan Melinda Setiadi/Ist

Wakil Sekretaris Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Adi Kurnia Setiadi membagikan 2.000 paket daging kurban kepada masyarakat dan kader partai bertepatan momen Idul Adha 1441 Hijriah.

Adi mengatakan, jumlah hewan kurban yang disembelih dan dagingnya dibagikan sebanyak 5 ekor sapi jenis limousin dan tiga ekor kambing.

"Penyembelihan hewan kurban yang dagingnya dibagikan ke masyarakat maupun kader partai sebagai bentuk kepedulian sekaligus bukti kehadiran partai di tengah masyarakat," kata Adi di Posko Sahabat Aksi di Kavling Pondok Kelapa Permai, Jalan Kelapa Hibrida VII Blok BE II No 1 Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (1/8).

Adi menambahkan, semangat berkurban ini relevan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini. Ia berujar perlunya menunjukkan kepedulian kepada sesama di tengah kondisi wabah.

"Ribuan paket kami bagikan untuk warga sekitar Duren Sawit," ujar Adi.

Idul Adha atau juga yang dikenal dengan Idul Kurban bagi umat Islam merupakan hari raya yang penuh dengan makna historis, sosial, maupun filosofis.

Secara historis Idul Kurban lahir dari adanya rasa ikhlas Nabi Ibrahim AS beserta anaknya yaitu Nabi Ismail AS, untuk menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Bagi Nabi Ibrahim, upaya mengikhlaskan anaknya Ismail untuk dikurbankan dapat menjadi sebuah ujian yang sangat berat, karena pada hakekatnya beliau sudah lama menantikan seorang anak yang diharapkan dapat menjadi generasi penerusnya.

Namun karena itu adalah perintah dari Allah SWT, maka keduanya kemudian saling meneguhkan hati untuk menjalankan apa yang diperintahkan. Rasa ikhlas hati itulah yang kemudian membuat Allah SWT, memerintahkan keduanya untuk menggantinya dengan menyembelih hewan kurban.

Rasa ikhlas dan mau berkorban itulah yang kemudian menjadi contoh baik dalam sejarah Islam, bagaimana ketaatan seorang manusia terhadap Sang Pencipta perlu selalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.[dod]

Komentar Pembaca