KPK Apresiasi Aturan MA Soal Vonis Seumur Hidup Koruptor

Hukum  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 , 14:25:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

KPK Apresiasi Aturan MA Soal Vonis Seumur Hidup Koruptor

Nawawi Pomolango/Net

Aturan baru Mahkamah Agung (MA), koruptor Rp 100 miliar dipenjara seumur hidup. Aturan itu dimuat dalam Peraturan MA Nomor 1 tahun 2020 dengan tujuan menghindari disparitas (perbedaan) hukuman yang mencolok bagi satu koruptor dengan koruptor lain.

Peraturan itu ditandatangani oleh Ketua MA Syarifuddin dan diundangkan pada 24 Juli 2020. Perma ini berlaku untuk terdakwa korupsi yang dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor.

Peraturan Mahkamah Agung (Perma) terkait pemidanaan koruptor seumur hidup disambut baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Melalui Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengaku sudah lama mendorong MA untuk menerbitkan pedoman tersebut.

"Sejak 2014 saya teriak ini tapi nggak apalah terlambat masih lebih baik ketimbang nggak pernah ada," ujar Nawawi kepada wartawan, Minggu (2/8).

Diketahui Perma ini dibuat untuk menghindari disparitas (perbedaan) hukuman yang mencolok bagi satu koruptor dengan koruptor lainnya.

Saat ini, lanjut Nawawi, KPK tengah menuntaskan pedoman tuntutan tersebut. Hal itu lantaran KPK selama ini masih disparitas dalam memberikan tuntutan untuk para koruptor.

"Selama ini disparitas tidak hanya terjadi pada putusan para hakim melainkan juga berlangsung di tingkat penuntutan oleh para penuntut umum," ucap Nawawi.

"Insyaallah dalam waktu dekat kami berusaha merampungkan pedoman penuntutan," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca