Pemprov DKI Tak Lanjutkan Proses Hukum Ike Muti, Pengamat: Wajar, Anies Sosok Pemaaf

Megapolitan  MINGGU, 02 AGUSTUS 2020 , 14:51:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemprov DKI Tak Lanjutkan Proses Hukum Ike Muti, Pengamat: Wajar, Anies Sosok Pemaaf

Ike Muti/Net

Tanpa pertimbangan bertele-tele, Pemprov DKI Jakarta menerima permohonan maaf dari pesinetron Indah Kartika Mutiarawati alias Ike Muti atas postingannya yang berisikan informasi tidak benar lewat akun Instagram @ikemuti16.

"Memaafkan itu tanda kebesaran jiwa. Siapapun yang meminta maaf, wajib hukumnya dimaafkan. Termasuk Ike Muti," ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Minggu (2/8).

Ujang mengaku tidak terlalu kaget dengan sikap yang diambil Pemprov DKI tersebut, lantaran DKI Jakarta memiliki pemimpin Gubernur Anies Baswedan yang juga merupakan sosok pemaaf

"Jiwa-jiwa pemaaf adalah jiwa kecintaan Allah SWT. Dan agama mengajarkan untuk memaafkan siapapun yang meminta maaf dengan tulus," sambungnya.

Dengan sikap kesatria yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta dan jajarannya itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menegaskan Pemprov DKI patut menjadi teladan.

"Pemprov DKI Jakarta layak dijadikan contoh untuk daerah lainnya," tandas Ujang.

Sebelumnya, Kepala Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, Yayan Yuhanah mengatakan, dirinya sudah membaca koreksi yang dilakukan oleh Ike Muti melalui akun Instagram pribadinya.

Koreksi tersebut sudah diunggah oleh Ike Muti pada Minggu (2/8) atau bertepatan dengan masa tenggat somasi yang ditentukan.

Setelah adanya pengakuan dan koreksi dari Ike Muti, serta atas arahan dari Gubernur DKI Jakarta, maka kami anggap masalah yang berkaitan dengan unggahan tersebut sudah selesai,” ujar Yayan melalui siaran persnya, Minggu (2/8).

Pemprov DKI Jakarta sendiri melalui Biro Hukum memberikan apresiasi atas koreksi dan permintaan maaf dari Ike Muti.

Yayan berharap agar pemutarbalikan fakta seperti ini tidak terulang lagi dan dapat menjadi pembelajaran bagi yang bersangkutan dan bagi masyarakat untuk menggunakan akal sehat, bijak dan kritis dalam berkomunikasi dengan menggunakan media sosial.

Yayan menilai pentingnya memiliki ketelitian, obyektivitas dan melakukan verifikasi sebelum menyebarkan informasi agar tidak ada kabar yang menyesatkan beredar di masyarakat.

Kejadian ini harus dijadikan pelajaran bagi semua,” pungkas Yayan.[dod]

Komentar Pembaca