Wakil Walkot Bandar Lampung Ngamuk Dilarang Lurah Sosialisasi Pilkada

Politik  SELASA, 04 AGUSTUS 2020 , 08:17:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Wakil Walkot Bandar Lampung Ngamuk Dilarang Lurah Sosialisasi Pilkada

Potongan video Yusuf Kohar mengamuk/Ist

Beredar video keributan antara Wakil Walikota Bandar Lampung Muhammad Yusuf Kohar, dengan salah satu Lurah di Bandar Lampung saat Yusuf Kohar hendak bersosialisasi dengan masyarakat, Senin (3/8).

Diketahui video tersebut, terjadi di Kelurahan Tanjung Baru, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

Sementara lurah yang menghadang Yusuf Kohar tersebut bernama Hendry Satria. Dalam video tersebut, Hendry melarang Yusuf Kohar bersosialisasi dengan dalih masih terjadi penyebaran pandemi Virus Corona (Covid-19) di wilayah Bandar Lampung.

Yusuf Kohar yang tak memakai masker menantang sang lurah melaporkan kegiatan sosialisasinya ke Bawaslu.

Kau laporkan sama Bawaslu,” ujarnya dua kali dengan nada tinggi, seperti dikutip Kantor Berita RMOLLampung.

Sambil, dia memerintahkan timnya membagikan bantuan minyak goreng dan susu berstiker JuTuber kepada warga.

Namun, Lurah Hendry Satria tetap melarang tim Yusuf Kohar membagikan bantuannya.

Sebelumnya, keduanya terlibat perdebatan keras soal protokol pandemik virus corona baru (Covid-19) dan larangan Wali Kota Bandarlampung Herman HN tak boleh ada kerumunan.

Dengan nada tinggi, Yusuf Kohar bilang,”Saya ada aturan, kau jangan ngajar-ngajari aku.’ ”Sosialisasi, perkenalan, ngapo dak boleh?” ujarnya dengan tetap bernada tinggi.

Lurah Hendry dengan datar berusaha menjelaskan tentang aturannya,”Jadi gini Pak Yusuf…”

Belum selesai, Yusuf Kohar langsung memotong penjelasan lurah, ”Tak usah gini-gini, yang penting sosialisasi kita, tak usah dihalang-halangi,” tegas Yusuf Kohar.

Sang lurah bertanya, ”Ini sosialisasi ya?” Ya, hanya kenalan saja, kenapa tidak boleh?” tanya Yusuf Kohar.

Lurah mencoba menjelaskan dengan tetap bernada datar, ”Jadi begini Pak Yusuf, Pak Wakil, mohon maaf…”

Kembali penjelasan lurah dipotong Yusuf Kohar dengan nada keras sambil menunjuk dadanya, ”Wakil saya, kamu nyegak-nyegak aku.”

Setelah istigfar, Lurah izin bicara baik-baik. Dia minta Yusuf Kohar memberikan kesempatan dirinya berbicara untuk menjelaskan aturannya.

Dijelaskan oleh Lurah Hendry, Pak Wakil juga orang pinter saya rasa, ada UU No.10 Tahun 2016, wakil, bupati, wali kota gak boleh sosialisasi sebelum enam bulan penetapan calon,” kata Hendry.

Meski tak dizinkan lurah, Yusuf Kohar tetap bersikeras membagikan bantuan buat warga setempat dengan alasan membantu warga terdampak pandemik Covid-19. [dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00