Ganjil Genap Diterapkan Lagi, DTKJ Wanti-wanti Penumpukan Penumpang Transjakarta Dan KRL

Megapolitan  SELASA, 04 AGUSTUS 2020 , 08:53:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ganjil Genap Diterapkan Lagi, DTKJ Wanti-wanti Penumpukan Penumpang Transjakarta Dan KRL

Halte Transjakarta/Ist

Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap mulai Senin (3/8).

Dengan demikian, sesuai aturan, mobil dengan pelat nomor akhir ganjil yang diizinkan melintas di kawasan tertentu di Jakarta.

Awalnya, sistem ganjil genap ditiadakan mulai Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Ketentuan sistem ganjil genap itu tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap.

Sama seperti sebelumnya, aturan ganjil genap selama perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi berlaku pada Senin-Jumat dan tidak berlaku pada hari Sabtu, Minggu, serta hari libur nasional.

Selain itu, aturan tersebut diterapkan pada jam tertentu, yakni pukul 06.00 WIB-10.00 WIB dan pukul 16.00 WIB-21.00 WIB.

Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mendukung diterapkannya kembali sistem genap ganjil (gage) kendaraan bermotor pada perpanjangan masa PSBB transisi di Ibukota.

Ketua DKTJ, Harris Muhammadun mengatakan, terlihat jumlah kendaraan pribadi yang melintas di sejumlah ruas jalan protokol DKI Jakarta hampir kembali normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

"Untuk itu, DTKJ mendukung kembali diterapkan sistem genap ganjil kendaraan bermotor pribadi di Ibukota dalam rangka pencegahan penyebaran wabah Covid-19 pada masa penerapan PSBB transisi di Ibukota," ujar Haris M dalam keterangannya, Selasa (4/8).

Ia berharap masa sosialisasi atau percobaan kembali dimulainya penerapan 3 hingga 5 Agustus mendatang dapat berjalan efektif.

"Di masa sosialisasi, DTKJ berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mempersiapkan prasarana dan sarana untuk mengantisipasi meningkatkan jumlah warga yang beralih dari kendaraan pribadi ke sejumlah moda transportasi massal," kata Haris.

DTKJ, lanjut Haris, meminta jam operasional dan armada transportasi massal ditambah sehingga tidak terjadi penumpukan penumpang di sejumlah halte maupun stasiun KRL.

"Penumpukan penumpang di halte bus Transjakarta maupun stasiun KRL menjadi perhatian serius. DTKJ mengajak pengguna jasa transportasi massal mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan guna mencegah penyebaran wabah Covid-19," tandas Haris.[dod]

Komentar Pembaca