Inggard Joshua Tuntut AJK Kembalikan Duit Asuransinya Rp 80 M

Hukum  RABU, 05 AGUSTUS 2020 , 09:41:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Inggard Joshua Tuntut AJK Kembalikan Duit Asuransinya Rp 80 M

Inggard Joshua/Ist

Kasus penipuan asuransi kembali muncul. Kali ini menimpa Wakil Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua.

Inggard dan istrinya mengaku menjadi korban penipuan manajemen Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life Insurence hingga Rp 80 miliar.

"Setahun lalu saya telah menyetorkan uang Rp80 miliar melalui produk asuransi jiwa serta dua produk investasi, Kresna Link Investo (K-Link) dan Protecto Investo Kresna (PIK)," kata Inggard kepada wartawan, Rabu (5/8).

Inggard menuntut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pusat Pelaporan Analisa dan Transaksi Keuangan (PPATK) untuk bekerja sungguh-sungguh dalam menjalankan tugasnya melakukan pengawasan dan supervisi terhadap dana masyarakat yang dikelola lembaga keuangan binaan OJK.

Menurut Inggard, uang tersebut telah disetor tunai melalui Agen AJK, Hadi Hendratmo langsung ke rekening Asuransi Jiwa Kresna Kantor Pusat.

Tidak hanya Inggard yang merasa ditipu manajemen AJK, tetapi ada ribuan nasabah pemegang polis yang sejak pandemi Covid-19, Maret 2020, tidak mendapatkan bunga atau manfaat dari bisnis itu.

Inggard memgungkapkan, jumlah dana dari ribuan masyarakat pemegang polis di seluruh Indonesia mencapai lebih kurang Rp6,5 triliun.

"Saya dan ribuan nasabah telah ditipu oleh manajemen Asuransi Jiwa Kresna. Dengan alasan pandemi Covid-19, Direksi PT Asuransi Jiwa Krisna (AJK) atau Kresna Life melayangkan surat pemberitahuan kepada kami (nasabah) tanpa tanda tangan dari Direktur Utama AJK. Mereka beralasan pandemi Covid-19, sehingga tidak mampu membayar bunga dan uang pokok (polis) kepada para nasabah," ujar Inggard.

Padahal dari penjualan saham yang semula senilai Rp50 per lembarnya, telah dijual Rp 500 per lembar sahamnya.

"Jadi pihak perusahaan AJK sudah untung gede sekali. Jika mengaku tidak bisa membayar bunga dan penarikan dana nasabah, itukan namanya penipuan kepada masyarakat," tegas Inggard..

Mantan Ketua Pemuda Pancasila (PP) DKI Jakarta dan Jakarta Barat ini tidak mampu menyembunyikan kemarahannya, lantaran ingin berkomunikasi dengan pihak manajemen, Direktur Utara (Dirut) PT Asuransi Jiwa Kresna, Kurniadi Sastrawinata, namun saat dihubungi tidak diangkat.

Sementara saat didatangi, Kantor AJK di komplek SCBD, Jakarta Selatan telah dijaga preman-preman dari daerah tertentu.

Setelah melalui negoisasi yang alot, akhirnya Inggard dapat bertemu perwakilan manajemen AJK, yakni Senior Priciple Agen, Yugo Gunawan, Marketing Manager Sinaga dan Agen AJK Hadi Hendratmo.

Dalam pertemuan di Hotel Mercure, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Selasa malam (4/8), ugo berjanji untuk menyampaikan permintaan Inggard kepada Direktur Utama AJK atau Kresna Life Insurence Kurniadi Sastrawinata.

Lebih lanjut Inggard mengatakan, ia dan sang istri tertarik mempercayakan dananya kepada AJK karena ingin mendapat pelindungan jiwa dan manfaat investasinya dimana per tahun akan mendapat 9 persen dari nilai investasi.

"Saya sangat kecewa kepada manahemen AJK karena tidak bisa dihubungi untuk menanyakan info dana saya. Malah ada jawaban manajemen mau teleconference dengan Zoom. Saya tidak mau. Harus bertemu langsung. Dua hari silam manahemen AJK mengirimkan skema pengembalian dana dan pembayaran bung. Dimana Rp1 miliar ke atas akan dibayarkan secara bertahap tiap tahun dan berakhir pada 2026," kata Inggard lagi.

Dalam pertemuan dengan AJK, Inggard didampingi dua penasehat hukumnya M Arief dan Ali Lubis.

Ali Lubis menyatakan bahwa Senior Principle Agen Yugo Gunawan, Manager Marketing Sinaga, dan Agen Hadi Hendratmo diminta membantu meyakinkan manajemen AJK agar segera mengembalikan dana milik Inggard.

"Jika tidak mau membantu mendorong manajemen AJK untuk mengembalikan dana Pak Inggard akan ditempuh proses hukum, di mana ketiga orang tersebut, dan Dirut AJK Kurniadi telah melakukan tindak pidana penipuan," kata Ali Lubis.

Menurut Ali.Lubis, Yugo, Sinaga dan Hadi telah menikmati bonus dari kepesertaan Inggard Joshua sebagai pemegang polis dengan nilai mencapai Rp80 miliar.

"Pasti ada bonus yang diterima oleh Hadi, Sinaga dan Yugo, sehingga mereka bisa dijerat pasal penipuan, karena terjadi keterlambatan pembayaran bunga dan sulitnya manarik dana yang merugikan nasabah," ucap Ali.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104