Musda Golkar Kota Bekasi Ditunda, Ketua PK Bantar Gebang: Sinyal DPP Tolak Politik Oligarki

Politik  RABU, 05 AGUSTUS 2020 , 16:55:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Musda Golkar Kota Bekasi Ditunda, Ketua PK Bantar Gebang: Sinyal DPP Tolak Politik Oligarki

R. Suciati Soejadi (kiri)/Ist

DPP Partai Golkar akhirnya menunda hajatan Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang dijadwalkan pada Rabu (5/8).

Ketua Pimpinan Kecamatan Bantar Gebang Partai Golkar Kota Bekasi R. Suciati Soejadi menilai, penundaan itu sinyal kuat dari DPP menolak praktik oligarki di DPD II Kota Bekasi.

Pasalnya, salah satu calon ketua DPD Golkar Kota Bekasi adalah anak kandung dari Ketua DPD II Rahmat Effendi.

"Apalagi sudah menjadi rahasia umum adanya pelibatan perangkat Pemkot Bekasi untuk memenangkan salah satu calon," kata Suciati saat dihubungi, Rabu (5/8).

Sebagai informasi, Musda V DPD Partai Golkar Kota Bekasi seharusnya dilaksanakan pada 5 Agustus 2020.

Ada 4 calon ketua DPD Partai Golkar yang mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon, yakni TB. Hendra Suherman, Ade Puspitasari, H. Zainul Miftah dan Nofel Saleh Hilabi.

Suciati mengatakan, tidak ada peningkatan suara pada Pemilu 2019 dibanding 2014. Yakni, tetap 8 kursi di DPRD Kota Bekasi.

Padahal saat ini kursi Kota Bekasi 1 diduduki Rahmat Effendi.

Selain itu, saat ini juga para pimpinan DPD II Kota Bekasi tengah dirundung masalah hukum terkait penjualan aset kantor sekretariat.

"Saya menghormati keputusan DPP yang meminta agar masalah ini diselesaikan lebih dulu. Tapi ini juga menjadi sinyal, DPP tidak mendukung kepengurusan yang sekarang," tegas Suciati.

Dia berharap ke depan Golkar Kota Bekasi mempunyai figur baru yang profesional.

"Kader- Kader masih banyak yang mempunyai potensi bagus, jangan sampai ada stigma turun temurun. Kalau Musda dilaksanakan harus bertanding secara fair tanpa ada penekanan-penekanan,” tutup Suciati.[dod]

Komentar Pembaca