Ketimbang Berlakukan Ganjil Genap, Lebih Baik Pemprov DKI Minta Perusahaan Terapkan WFH

Megapolitan  RABU, 05 AGUSTUS 2020 , 23:23:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketimbang Berlakukan Ganjil Genap, Lebih Baik Pemprov DKI Minta Perusahaan Terapkan WFH

Ilustrasi/Net

Anggota Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Purwanto mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kembali memberlakukan ganjil genap di Ibu Kota.

Purwanto menilai, kebijakan ganjil genap kendaraan bermotor tersebut tidak tepat karena kontra produktif dengan upaya pemerintah mencegah kerumunan warga di masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI.

Menurutnya, peraturan ganjil genap di tengah pandemik Covid-19 dapat sangat tidak tepat karena berpotensi akan menambah klaster penyebaran virus baru.

Pasalnya, bila ganjil genap diberlakukan, warga akan kembali beralih ke kendaraan umum. Hal itu justru lebih rawan penyebaran virus corona karena banyaknya penumpang.

Ia menyarankan, bila Pemprov ingin mengurangi mobilitas lalu lintas secara signifikan, maka bisa meminta perusahaan kembali menerapkan sistem work from home (WFH).

"Kalau (ganjil genap diberlakukan) alasan untuk mengurangi karyawan yang masuk kerja, ya sudah kembalikan saja lagi sistem WFH, maka karyawan tetap akan masuk namun risiko penyebaran dapat berkurang. Selain itu risiko tertular di transportasi umum lebih besar daripada kendaraan pribadi," tuturnya.

Anggota Komisi A ini juga menyebutkan, bahwa upaya mengatasi kemacetan dengan ganjil genap belum mendesak selama sekolah belum dibuka.

Diketahui, Pemprov DKI Jakarta kembali memberlakukan sistem pembatasan kendaraan bermotor berdasarkan nomor polisi ganjil dan genap mulai hari ini, Senin kemarin. []

Komentar Pembaca