Viral Ayah Curi Handphone Di Garut, Pengamat Pendidikan Ini Salahkan Pemerintah

Hukum  KAMIS, 06 AGUSTUS 2020 , 15:51:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Viral Ayah Curi Handphone Di Garut, Pengamat Pendidikan Ini Salahkan Pemerintah

Ayah curi handphone/Net

Kisah mengharukan seorang ayah berinisial Aj (40) nekat mencuri handphone android untuk dipergunakan anaknya belajar secara online, menggegerkan publik.

Setelah kepergok usai mencuri handphone, warga Kampung Cilelang, Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat, itu mengembalikan kepada pemiliknya dan meminta maaf.

Pengamat pendidikan, Nini Fitriani menilai, peristiwa miris itu tidak akan terjadi apabila pemerintah memfasilitasi guru, orang tua dan peserta didik.

"Jika pembelajaran tetap online pemerintah harusnya bisa menyiapkan semua perangkatnya baik untuk guru, murid dan orang tua," kata Nani kepada wartawan, Kamis (6/8).

Menurut Nani, banyak strategi yang bisa dilakukan pemerintah dengan bekerjasama lintas kementerian, lintas sektoral demi pendidikan lebih baik ke depannya. Terlebih kondisi Covid-19 memberikan banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat.

"Perubahan yang terjadi cukup signifikan dari segi kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial masyarakat, perubahan pembiasaan dan lain-lain. Dari segi pendidikan diterapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh dengan sistem online dan offline," ujar Nini.

Memang, kata Nini, kebijakan ini mememunculkan permasalahan baru baik bagi guru ataupun orang tua. diantaranya guru belum siap perangkat pembelajarannya, orang tua juga belum siap dengan media dan waktu pendampingan terhadap anaknya.

"Misalnya masalah handphone, laptop, kuota internet, waktu mendampingi anak belajar. Terutama bagi guru yang juga memiliki anak yang belajar online," ucap Nani.

" Kasus bapak yang mencuri handphone agar anaknya bisa belajar online merupakan peristiwa yang cukup miris. Perjuangan seorang ayah agar anaknya tetap bisa belajar secara online," sambungnya.

Namun demikian perbuatan mencuri adalah perbuatan yang salah dan tidak dibenarkan baik secara agama, moral, dan hukum.

Kata Nani, orang tua bisa mencari cara yang lebih positif, untuk mendapatkan dan mengakses hape tersebut. Bisa dengan meminjam ke saudara, tetangga, atau mencari info jika ada orang yang menghibahkan gadgetnya.

"Banyak hikmah yang bisa dipetik terutama kedekatan anak dengan orang tua makin baik karena lebih banyak waktunya bersama keluarga tercinta. Semoga pandemi ini segera berakhir, anak-anak bisa kembali ke sekolah seperti biasa dan orang tua bisa kembali menjalankan aktivitasnya sesuai perannya," tandas Nani.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00