Dipanggil Polda, Tersangka Kasus Penggelapan Uang Perusahaan Rp12,9 Mangkir

Hukum  JUM'AT, 07 AGUSTUS 2020 , 07:05:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dipanggil Polda, Tersangka Kasus Penggelapan Uang Perusahaan Rp12,9 Mangkir

Alvin Lim/Net

TAC, tersangka atas kasus penggelapan dan pencucian uang sejumlah Rp12.9 miliar terhadap perusahaan tempat dia bekerja di PT AMM mangkir dari panggilan kedua penyidik Polda Metro Jaya.

TCA dijadwalkan diperiksa pada Kamis kemarin (6/8). Namun hingga pukul 21.00 WIB, TCA tak juga nongol.

Pengacara TCA juga tak menjelaskan kenapa kliennya mangkir dari pemeriksaan.

Advokat Alvin Lim selaku pengacara pelapor, mengatakan, sekarang terlihat jelas bagaimana TCA tidak mengindahkan panggilan kedua sebagai Tersangka dalam kasus penggelapan dalam jabatan dan pencucian uang yang merugikan PT AMM sebesar 12,9 miliar.

"Ini berbanding terbalik dengan sikap M selaku Service Manager Bank BCA. Walau ditetapkan sebagai tersangka tetap hadir menghormati panggilan pihak kepolisian. Kami sebagai kuasa hukum yakin bahwa Subdit Renakta, akan bertindak profesional dan berjalan sesuai pasal 112 KUHAP yaitu memberikan perintah untuk membawa alias jemput paksa kepada tersangka TCA yang tidak kooperatif," kata Alvin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (7/8).

"Apalagi ancaman pidana pasal yang didugakan adalah 20 tahun penjara, penyidik berwenang menahan ketika dilihat ada indikasi tidak kooperatif," sambungnya.

Sebelumnya TCA melaporkan pemilik PT AMM (terlapor 1) dan Bank BCA (terlapor 2) atas dugaan membuka rahasia perbankan pasal 47 UU Perbankan.

Alvin Lim sendiri menjadi kuasa hukum pemilik PT AMM dan mendampingi dari proses lidik dan sidik.

Setelah melalui gelar perkara, pemilik PT AMM lolos dari jeratan hukum UU Perbankan, namun penyidik Fismondev menetapkan Bank BCA sebagai tersangka M yang diduga memberikan slip setoran kepada pemilik PT AMM.

Menurut Alvin Lim, dasar penyidik menentukan tersangka adalah dari keterangan ahli yang tertera dalam pasal 184 KUHAP.

Namun disayangkan keterangan ahli ini menyesatkan dan ahli yang digunakan diduga memiliki kepentingan dalam kasus ini.

Padahal inti permasalahan adalah ketika pemilik PT AMM meminta kopi cek miliknya yang diberikan kepada TCA kepada Bank BCA karena dugaan cek tersebut bukan dibayarkan kepada supplier, namun digelapkan dan dicuci uangnya sehingga merugikan PT AMM senilai Rp12,9 miliar.

"Ketika saya mendampingi tersangka M dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, M meminta agar diperiksa 3 saksi menguntungkan (a de charge), yang mana salah satunya adalah ahli pidana. Namun penyidik Fismondev sebelumnya menaikkan berkas ke Kejaksaan tanpa dilakukan pemeriksaan kepada para saksi yang diajukan tersangka," ucap Alvin.

Sehingga Kejaksaan mengeluarkan P19 karena syarat formiil tidak dipenuhi yaitu pasal 116 KUHAP ini. [dod]

Komentar Pembaca