Deklarasi Superheroes

Megapolitan  JUM'AT, 07 AGUSTUS 2020 , 15:55:00 WIB

Deklarasi Superheroes

Ilustrasi/Net

KOALISI Menyelamatkan Indonesia disingkat KAMI. Asyik ada superheroes. We are saved now.

Sebagian aktornya klaim diri sebagai oposisi. Istana sebut "oposisi swasta". Toni Rosyid menyatakan pemerintah dicurigai support UU pro perampok dan koruptor.

Ruhut Sitompul termehek-mehek. Orang-orangnya mereka lagi mereka lagi. Deklarasi ni yee. "Koalisi Kok Wajahnya Penipu Semua," kata online celebrity Denny Siregar.

Tahun 2020 adalah "Annus horribilis" bagi pemerintahan Jokowi. Covid-19 memukul dunia. Ekonomi jatuh.

Ada klik profesional figures of hate dan blood boiler. Tradisi ritual Agustusan. Tensi dibikin panas jelang 17-08-2020. Retorika 77 tahun merdeka, rakyat masih dijajah. Kartu rasis akan dimainkan. Tionghoa lagi targetnya.

September ada isu PKI. Kartu ras plus hantu komunisme diharapkan membangkitkan amarah rakyat. Target Oktober rezim tumbang.

Modus klise gerakan makar; pemerintah itu maling. Jadi inget slogan Bolshevik; Pemerintah adalah sekumpulan Swindlers and thieves”.

Entah format apa yang diambil Gerakan KAMI. Seolah sedang menawarkan diri kepada "Partai Oposisi" di parlemen. Sehingga modus "non-systemic opposition” bisa dilakukan.

"Non-systemic opposition" adalah kombinasi "a riot in the street and fight in parliament".

"Street protest" pernah menjadi culture politics di Indonesia. Lenyap setelah PDIP berkuasa. Oposisi tanpa daya setelah Specialists opposition think-tanks dari Gerindra join Istana Merdeka friendly bodies.

Kelompok haters sisa-sisa nggak nyerah. Kredo "economic crises promote political unrest" diharapkan terjadi. Kalkulasinya; resesi ekonomi mulai menyerang. Maka "popular frustration" bisa dikultivasi.

Mobiliasi massa kuncinya. Butuh retorika populist. Oposisi selalu terobsesi dengan fantasi dan buih-buih ludah; the magic of oratory. Ga heran bila Rocky Gerung dan Refly Harun dapet job.

Sayangnya fosil-fosil oposisi hanya representasi kepentingan satu kelompok. Sebentar lagi Lieus Sungkharisma atau "boneka Cina" lain akan dipasang. Supaya ada kesan moderat dan pelangi. Demi menghindari kesan radikal dan not to scare off the regular Joe.”

Ellen Marie Lust-Okar dalam disertasi "Divide they fall" menyatakan "...opposition elites' demands depend not only on the level of mass discontent but also upon the political environment within which these elites act."

Selain Pak Din Syamsuddin, nggak satu pun dari Deklarator KAMI yang punya basis massa yang jelas. Ada yang numpang tenar. Arena nyari panggung.

Publik tahu resesi global goyang ekonomi. Nggak ada negara yang tak terpengaruh. Mass discontent tidak cukup. President Trump ngga tumbang. Malah turunkan badai represi "Federal Stromtroopers" (militer tanpa insignia) meredam anarchy Street politics.

Rangkul figur paling berpengaruh. Buka kartu bejat tokoh medium. Gebuk satu yang paling banyak omong. Lakukan dengan sistematik dan terukur. Rebut public trust.

It’s time for those superheroes to grow up, and return from the streets to systemic politics.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104