Pak Anies, Lebih Baik Tutup Seluruh Balaikota!

Megapolitan  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 , 06:49:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pak Anies, Lebih Baik Tutup Seluruh Balaikota!

Balaikota DKI Jakarta/Net

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disarankan menutup kawasan Balaikota selama beberapa hari seperti yang dilakukan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi yang menutup Gedung DPRD ketika ada anggotanya dan staf Sekretariat DPRD yang dinyatakan positif Covid-19.

Saran tersebut disampaikanKetua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya, Minggu (9/8).

Kata Sugiyanto, langkah tegas ini perlu dilakukan menyusul ditutupnya lantai 7 Gedung Blok G Balaikota DKI Jakarta karena sejumlah pegawai di lantai itu dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test.

Lantai 7 Blok G merupakan tempat Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) berkantor.

"Gubernur harus menutup Balaikota selama tiga atau tujuh hari untuk penyemprotan disinfektan. Karena meski yang dinyatakan reaktif Covid-19 pegawai di lantai 7 Blok G, tapi pegawai itu kan pernah berjalan-jalan kemana-mana, termasuk ke sekitaran Balaikota, sehingga bukan mustahil virus itu telah menyebar di area Balaikota," kata Sugiyanto.

Aktivis yang akrab disapa SGY ini bahkan curiga bukan hanya pegawai di lantai 7 Blok G yang reaktif, namun juga di lantai lain.

"Bahkan mungkin saja sudah ada yang positif," ujar SGY.

SGY meminta Gubernur, juga Badan Kepegawaian Daerah (BKD), terbuka dan tidak menutup-nutupi jika memang ada pegawai di lantai dan blok lain di area Balaikota yang telah terpapar, karena menyangkut masalah kesehatan. Apalagi karena banyak orang yang sudah terpapar, tapi tidak menunjukkan gejala.

Selain menyarankan agar menutup Balaikota, SGY juga mengusulkan Anies melakukan 3T di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, yakni tracing, testing dan treatment. Karena ia khawatir PNS di tingkat kota administrasi dan kabupaten pun telah ada yang terpapar.

"Anies harus meminta laporan dari walikota, bupati, camat, dan lurah. Bila ada yang tidak tranparan dan tidak melaporkan adanya PNS yang terinfeksi Covid-19, segera berikn sanksi," ungkap SGY.

SGY meyakini, rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus dengan cara keterbukaan dan transparansi.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00