Mujiyono Usul Peserta KJP Plus Dapat Tambahan Rp 200 Ribu Untuk Kuota Internet

Megapolitan  MINGGU, 09 AGUSTUS 2020 , 17:22:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mujiyono Usul Peserta KJP Plus Dapat Tambahan Rp 200 Ribu Untuk Kuota Internet

Mujiyono saat menggelar reses/Ist

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat, ada banyak keluhan siswa soal sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi Covid-19 yang terkait dengan kendala kuota internet.

Hal itu berdasarkan survei terhadap 1.700 siswa yang jadi responden survei daring KPAI.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan, keluhan soal kuota internet tercatat paling tinggi yakni sebanyak 43 persen.

"Keluhan soal kuota itu paling tinggi. Cukup tinggi sebab 43 persen angkanya. Namun, yang mengaku soal tidak punya alat itu 29 persen," ujar Retno dalam diskusi daring bertajuk Suka dan Duka Belajar Daring yang digelar Sabtu (8/8).

Soal keluhan kuota internet juga dirasakan Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono saat menggelar reses tahap dua.

"Keluhan warga nyaris seragam, soal kuota internet anak-anaknya yang belajar secara daring," kata Mujiyono saat dihubungi, Minggu (9/8).

Dengan sistem pembelajaran daring ini, setiap siswa yang ingin membuka materi video harus streaming dan membutuhkan paket data yang banyak.

"Paket data harganya tidak murah. Belum lagi banyak orang tua siswa yang terdampak langsung Covid-19," ujar Mujiyono.

Karenanya, Mujiyono mengusulkan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baawedan memberikan tambahan kucuran dana Rp 200 ribu kepada siswa yang menjadi peserta Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus).

"Peserta KJP Plus dapat tambahan Rp 200 ribu untuk beli kuota internet. Sementara yang diluar itu kita pikirkan lagi solusinya," ungkap politisi Partai Demokrat ini.

KJP Plus merupakan program strategis untuk memberikan akses bagi warga DKI Jakarta dari kalangan masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan minimal sampai dengan tamat SMA/SMK dengan dibiayai penuh dari dana APBD Provinsi DKI Jakarta.

KJP Plus awalnya hanya dapat dicairkan per 6 bulan untuk dibelanjakan keperluan sekolah. KJP Plus digunakan secara non-tunai dengan mesin gesek EDC Bank DKI atau Jaringan Prima.

Namun pandemi Covid-19 membuat pemerintah memutuskan untuk mencairkan KJP Plus per bulan.

Jumlah nominal yang akan cair per bulan sebesar Rp250.000 jenjang SD.

Selanjutnya, untuk jenjang SMP, dana yang bisa dicairkan sebesar Rp300.000, jenjang SMA sebanyak Rp420.000, Jenjang SMK senilai Rp450.000, Rp300.000 jenjang PKBM dan Rp1.500.000 untuk mahasiswa.

Dana KJP dapat digunakan untuk belanja di toko perlengkapan pendidikan bermesin EDC atau gesek Bank DKI atau jaringan Prima (BCA) dengan menggunakan Kartu ATM KJP Plus.

Dana KJP Plus dapat ditarik tunai untuk uang saku dan transport. Dana yang belum digunakan tidak akan hangus dan akan menjadi tabungan siswa. Penggunaan EDC bank selain Bank DKI dikenakan biaya sesuai ketentuan antar bank.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104