Ariza Ajak Generasi Milenial Pelajari Sejarah Tionghoa

Megapolitan  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 13:18:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ariza Ajak Generasi Milenial Pelajari Sejarah Tionghoa

Ahmad Riza Patria hadiri dialog kebangsaan/Ist

Memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan dialog kebangsaan.

Tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah "Sejarah Peran Tionghoa dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara".

Bertempat di Taman Budaya Tionghoa, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, diskusi ini berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dalam acara tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria alias Ariza menjelaskan pentingnya peran etnis Tionghoa dalam pembangunan Indonesia, khususnya Kota Jakarta.

"Dalam sejarah Indonesia tercatat jauh sebelum kapal Portugis datang, para pedagang Tionghoa telah masuk ke tanah Betawi untuk berniaga. Ini berarti komunikasi awal warga Tionghoa dengan masyarakat Betawi di Pulau Jawa sudah berlangsung sejak lama,” kata Ariza, Selasa (11/8).

Ariza mengatakan, etnis Tionghoa telah berperan besar dalam sejarah penciptaan teknologi di bidang pertanian, pertambangan, teknologi kuliner, dan busana yang berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Pemahaman yang kurang lengkap atau bahkan tidak lengkap terhadap eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia menjadikan jarak yang lebar dengan etnis lainnya," papar Ariza.

Orang nomor dua di Jakarta itu membeberkan terdapat empat orang dari unsur etnis Tionghoa yang berperan penting dalam perumusan kemerdekaan RI, yaitu Liem Koen Hian, Oey Tiang Tjoei, Oei Tjong Hauw, MR Tan Eng Hoa.

Karena itu, Ariza mengajak generasi milenial saat ini untuk senantiasa mempelajari sejarah Tionghoa di Jakarta.

"Generasi milenial masa kini harus mengenali, di samping menumbuhkan kesadaran bahwa bangsa ini penuh dengan keragaman, tapi juga tidak mungkin kita meninggalkan perbedaan, mulai dari yang alami dan historis, baik geografis, sosial, agama, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda tapi tetap satu jua. Memiliki tekad yang sama untuk Indonesia yang lebih baik," pungkas Ariza.[dod]<

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Upacara Kemerdekaan Di Balaikota

Upacara Kemerdekaan Di Balaikota

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 , 08:16:00