Wacana Gage 24 Jam, Prabowo Soenirman: Bagus, Asal Benahi Dulu Transportasi Umumnya

Megapolitan  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 13:53:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wacana Gage 24 Jam, Prabowo Soenirman: Bagus, Asal Benahi Dulu Transportasi Umumnya

Prabowo Soenirman/Ist

Di tengah masih mewabahnya Covid-19 di ibukota, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tiba-tiba melemparkan wacana penerapan ganjil genap selama 24 jam.

Menanggapi rencana tersebut, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman mengaku setuju bila ganjil genap diterapkan 24 jam.

"Usulan bagus. Cara tersebut merupakan hal yang paling efektif bila untuk mengurai kemacetan," kata Prabowo saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Selasa (11/8).

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan, bila ganjil genap diterapkan dengan metode yang ada saat ini, maka tingkat kemacetan tidak akan banyak mengalami perubahan atau menurun signifikan.

Hal tersebut lantaran sudah banyak pemilik mobil yang pintar mengakali ganjil genap. Contoh seperti sebelum ada pandemi, mulai dari memalsukan pelat nomor, menunggu di bahu jalan tol yang terdampak ganjil genap, hingga lainnya.

Meski demikian, menurut Prabowo, sebelum aturan baru tersebut diberlakukan, Pemprov DKI harus lebih dulu membenahi moda transportasi umum.

"Misalnya penambahan armada dan jam operasional. Kalau tidak, justru angkutan umum jadi klaster baru penularan Covid-19," ujar Prabowo.

Diketahui, Dishub DKI Jakarta membuka opsi untuk menerapkan sistem ganjil genap kendaraan bermotor sesuai Peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020.

Dalam Pergub itu, diatur pelaksanaan ganjil genap tak cuma berlaku bagi kendaraan bermotor roda empat, tapi juga roda dua alias sepeda motor.

Waktu pelaksanaannya juga tak menutup kemungkinan diperpanjang sampai 24 jam. Serta ruas jalan yang menerapkan ganjil genap diperluas hingga seluruh ruas jalan di DKI Jakarta.

"Ini akan kami evaluasi dan bukan tidak mungkin pola gage yang diatur dalam Pergub 51 tahun 2020 bisa diterapkan," kata Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo pada Jumat (7/8).

"Apa itu, itu bisa diterapkan di seluruh ruas jalan. Bisa diterapkan sepanjang hari, bisa juga diterapkan bagi seluruh kendaraan bermotor yang ada di jalan."

Syafrin menyebut penerapan sistem ganjil genap tak lagi parsial seperti yang berlaku saat ini.

Sebab, kebijakan tersebut merupakan instrumen pengganti pembatasan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19 melanda ibu kota.

Pemprov DKI juga bisa melaksanakan kegiatan tersebut lantaran punya kewenangan mengatur daerahnya sendiri.

"Tidak parsial yang ada sekarang kita terapkan. Jadi kenapa ini bisa diterapkan karena gage menjadi instrumen kebijakan yang kewenangannya bisa dilaksanakan Pemprov DKI," ungkap Syafrin.



Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00