Tes PCR 4 Kali Lipat Dari Standar WHO, Katar: DKI Jangan Berbangga

Megapolitan  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 19:20:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tes PCR 4 Kali Lipat Dari Standar WHO, Katar: DKI Jangan Berbangga

Sugiyanto/Net

Pemprov DKI Jakarta diingatkan untuk tidak berbangga dengan pelaksanaan tes polymerase chain reaction (PCR) yang diklaim telah empat kali lipat dari standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penegasan ini disampaikan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Selasa (11/8).

Memurut aktivis yang karib disapa SGY ini, yang terpenting dari antisipasi penyebaran Covid-19 adalah tindak lanjut dari hasil tes PCR tersebut.

"Pemprov DKI jangan bangga dengan jumlah tes PCR, karena hasil tes tersebut harus ditindaklanjuti. Kalau tidak ditindaklanjuti, tidak ada manfaatnya," kata SGY.

Selain hal tersebut, SGY menilai, untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, Pemprov DKI tak cukup hanya memperbanyak tes PCR maupun rapid test, tapi juga harus transparan dalam mengumumkan penyebaran virus asal China tersebut.

Hal ini penting agar orang-orang yang tinggal di sekitar atau yang bertetanggan dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes PCR atau swab test, menjadi waspada dan hati-hati, serta memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Jadi, tegas dia, harus dijelaskan warga yang terpapar Covid-19 itu tinggal dimana, di kelurahan mana dan kecamatan mana.

"Jangan sampai warga diimbau menerapkan protokol kesehatan, tapi warga sendiri tak tahu wilayah mana yang zona merah Covid-19, mana yang zona kuning dan mana yang hijau," imbuhnya.

Jika warga telah menjalani tes dan ada yang dinyatakan positif, lanjut SGY, maka dilakukan tracing atau pelacakan untuk mengetahui dengan siapa orang yang positif Covid-19 itu melakukan kontak sehingga tertular, dan dengan siapa dia kemudian berinteraksi.

"Setelah itu lakukan treatmen agar orang yang positif Covid-19 tidak menularkan lagi ke orang lain, misalnya dengan melakukan isolasi mandiri di rumah atau dirawat di rumah sakit," kata SGY lagi.

SGY menuturkan, hingga hari ini test yang dilakukan Pemprov DKI sebenarnya masih rendah, karena dari sekitar 12 juta penduduk Jakarta, tes baru dilakukan terhadap 459.094 orang atau 3,4%.

"Kalau dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain, tes PCR yang dilakukan DKI memang yang terbanyak, karena total tes yang dilakukan di 34 provinsi hingga Minggu (9/8) sebanyak 972.594 orang dan dari jumlah tersebut 47% di antaranya (459.049 orang) di lakukan di DKI Jakarta.

Seperti diketahui, WHO menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu, sehingga dengan standar tersebut, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

Dengan jumlah orang yang telah menjalani tes PCR hingga hari ini, Jakarta mengklaim telah melakukan tes PCR hingga 4 kali lipat dari standar WHO dalam sepekan.

Meski demikian, seiring meningkatnya jumlah tes PCR, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta pun melejit kembali mengalahkan Jawa Timur yang selama beberapa hari sempat menyalip DKI dan menduduki peringkat pertama dalam jumlah pasien positif Covid-19 secara nasional.

Per hari ini, Selasa (11/8), jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia menurut data covid19.go.id sebanyak 128.776 orang dimana 5.824 orang di antaranya meninggal dunia dan 83.710 orang dinyatakan sembuh.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Upacara Kemerdekaan Di Balaikota

Upacara Kemerdekaan Di Balaikota

SENIN, 17 AGUSTUS 2020 , 08:16:00