Penjara Overload, 3 Pelaku Penembakan Di Tangsel Ajukan Perdamaian

Hukum  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 17:33:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penjara Overload, 3 Pelaku Penembakan Di Tangsel Ajukan Perdamaian

3 pelalu penembakan di Tangsel/Net

Polres Metro Tangerang Selatan berhasil menangkap tiga orang pelaku teror penembakan misterius yang terjadi di tujuh TKP di area Tangerang Raya.

Diketahui ketiga pelaku ditangkap polisi di lokasi berbeda, ada yang di apartemen dan ada yang di rumah.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Muharram Wibisono langsung melakukan olah TKP ketiga tersangka yang mana dua orang berusia 19 tahun dan satu lainnya 27 tahun.

Dari pengembangan dan laporan yang masuk, terungkap adanya tujuh kejadian penembakan yang salah satunya teror di daerah jembatan The Breeze BSD, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Advokat Alvin Lim dari LQ Indonesia Lawfirm mengaku pada Jumat malam (7/8) dihubungi oleh pihak keluarga pelaku penembakan misterius di Tangerang.

Alvin menjelaskan bahwa dirinya dan tim LQ Indonesia Lawfirm setelah mendapatkan surat kuasa pada Sabtu (8/8), langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Tangsel agar seluruh hak tersangka dapat diberikan sesuai undang-undang yang berlaku.

"Sejak ditangkap Rabu (5/8), tiga terduga pelaku ditangkap dan diperiksa tanpa pendampingan pengacara. Padahal ancaman hukuman di atas 15 tahun. Sesuai ketentuan wajib didampingi oleh pengacara," kata Alvin kepada wartawan, Selasa (11/8).

Menurut Alvin, pendampingan di setiap tingkat proses hukum sesuai Pasal 56 ayat 1 KUHAP.

"Kami mengajukan agar para terduga pelaku di BAP dengan didampungi pengacara," ujar Alvin.

Alvin mengucapkan terima kasih atas profesionalisme Polres Tangsel. Karena walaupun kliennya ditahan, namun diperlakukan dengan manusiawi dan tidak mengalami kekerasan apapun.

Ketiga pelaku disangkakan pasal berlapis 170, 351, 353 KUHP dan UU Darurat dengan ancaman pidana di atas 15 tahun penjara.

Meski demikian, Alvin mengharapkan agar pintu untuk restorative justice tidak ditutup sesuai dengan semangat peradilan. Bahkan Kejaksaan pun sekarang dapat mengupayakan restorative juctice dan menghentikan penuntutan apabila terjadi perdamaian.

"Kami akan mengupayakan mediasi secara kekeluargaan dengan para korban," ungkap Alvin.

Kata Alvin, keluarga pelaku akan bertanggung jawab dan membiayai segala kerugian.

"Penjara sudah penuh. Jika pelaku kejahatan memang mau membayar ganti rugi dan korban mau mencabut laporan, maka aparat penegak hukum seharusnya memberikan kesempatan untuk perdamaian," ucap Alvin.

Sesuai Pasal 12 Peraturan Kapolri No 6 Tahun 2019 mengatur mengenai syarat formiil dan materiil mengenai restorative justice.

"Polri diharapkan mau mengikuti Perkap Kapolri tersebut yang merupakan dasar hukum yang mengikat internal Polri," kata Alvin lagi.

Alvin mengaku optimis Kapolres Tangsel, AKBP Iman Setiawan dan jajarannya akan bertindak profesional, dan mengedepankan keadilan.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00