Viral Kades Adu Mulut Dengan Oknum Marinir, LBH Ansor: Harus Diusut Tuntas

Megapolitan  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 21:28:00 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Viral Kades Adu Mulut Dengan Oknum Marinir, LBH Ansor: Harus Diusut Tuntas

Repro

Lembaga Bantuan Hukum Ansor Jawa Timur angkat bicara terkait viralnya video Kepala Desa Bulusari, Siti Nur Hayati dengan oknum marinir yang diduga melakukan pengadangan saat rombongan kades dan hakim pengadilan akan melakukan pengecekan lahan sengketa.

Atas kejadian tersebut, LBH menuntut agar dilakukan pengusutan hingga tuntas. Karena aksi oknum tersebut bisa dipidana. 

"Itu konteksnya sidang di lapangan, nah itu gak boleh siapa pun menghalangi. Harus diusut tuntas, itu pidana dan ada di KUHAP, Pasal 217," ujar Tim Advokasi LBH Ansor Jawa Timur Muhammad Jakfar Sodiq, Selasa (11/8).

Hakim, lanjutnya, hadir di lokasi untuk menindaklanjuti sengketa lahan TKD yang sudah melalui proses hukum. Dimana sebelumnya, masyarakat melaporkan terkait dengan penggunaan lahan TKD tersebut.

"Ini sangat kita sayangkan. Apalagi itu aparat," Jelas Jakfar.

Ia pun berharap agar tambang ilegal itu segera ditutup dan oknum aparat keamanan yang terlibat ditindak tegas.

"Kasus ini gak main-main. kami sudah surati Pak Presiden. Coba cek di lokasi, luar biasa pelanggarannya, siapapun ndak boleh begitu. Ini negara hukum. Kita melihat ada berkurang tapi masih ada, mereka masih melakukan aktivitas itu," ucapnya.

Dikonfirmasi, Kepala Desa Bulusari, Siti Nur Hayati, membenarkan video tersebut. Ia menjelaskan video itu terjadi pada tanggal 14 Juli 2020 saat adan peninjauan dari Pengadilan Negeri Bangil atas gugatan dari CV Ponika atas Tanah Kas Desa Bulusari.

Sebenarnya, pengecekan lokasi tersebut, tidak ada sangkut pautnya dengan mereka (Pasmar) karena akses jalan menuju lokasi mereka itu ya lewat tanah kas desa ini,” Ujarnya.

Pihaknya mengaku juga sudah membuat laporan kepada Pomal atas pengadangan yang dilakukan oleh oknum manirir berpakaian preman saat peninjuan lahan sengketa.

Setelah itu, saat peninjauan kedua, pada tanggal 7 Agustus 2020 pihak desa dan pengadilan didampingi oleh pihak Pomal sehingga dapat berjalan dengan lancar.

Yang menjadi saya naik pitam adalah saat ditelepon, mereka mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas, sehingga ikut kepancing juga emosinya,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan Pasmar Surabaya Lettu Deni menjelaskan, penghentian rombongan PN Bangil itu dilakukan bukan tanpa alasan.

Itu dilakukan, karena pihak Kades dan PN Bangil tidak melakukan pemberitahuan kepada mereka terlebih dahulu untuk melintas ataupun melewati kawasan lahan Marinir.

Kami sebenarnya welcome. Selama ada pemberitahuan terlebih dahulu, kami tidak masalah. Tapi, kenyataannya baik dari pihak PN ataupun dari pihak desa, tidak melayangkan pemberitahuan ataupun meminta izin,” jelas Deni.

Lebih lanjut, Lettu Deni mengatakan, pihaknya tidak melakukan penghalangan ataupun pengadangan terhadap tugas yang dilakukan PN Bangil ataupun yang lain. Yang menjadi persoalan adalah, mereka melintas di lahan Marinir tanpa permisi.

Kami tidak ada urusan dengan CV Punika ataupun yang lain. Kami tidak menghalangi mereka. Tapi, yang kami sesalkan, mereka masuk lokasi kami kok tidak ada etika,” jelas dia. []


Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00