Ekonomi Jakarta Minus 8,4 Persen, Pengamat: Gelombang Pengangguran Di Depan Mata

Megapolitan  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 06:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ekonomi Jakarta Minus 8,4 Persen, Pengamat: Gelombang Pengangguran Di Depan Mata

Ilustrasi/Net

Pertumbuhan ekonomi khususnya di Jakarta mengalami kontraksi yang cukup tajam. Hal ini dikarenakan, Ibukota dihantam kasus virus corona baru (Covid-19) yang sangat tinggi sehingga laju perekonomian melambat.

Diketahui pertumbuhan ekonomi Jakarta terjun bebas di angka minus 8,4 persen. Sebagai barometer ekonomi nasional, maka tentu saja pengaruhnya terhadap perekonomian nasional jadi sangat signifikan.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin meminta pemerintah untuk segera mengeluarkan action mengingat bahaya resesi ada di depan mata

"Perlu kerjasama antara Pempov dengan Pempus. Butuh sinergitas. Jangan jalan sendiri-sendiri," ujar Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Rabu (12/8).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini khawatir, kalau hal ini terus di diamkan maka akan terjadi gelombang pengangguran di Ibukota.

Ujang juga meminta agar Menteri Keuangan dapat mengucurkan anggaran untuk membantu daerah terdampak dalam pemulihan ekonomi.

"Pemerintah pusat juga jangan main sendiri. Sehingga karena ada faktor politik, lalu tak membantu Pemprov DKI Jakarta," pungkas Ujang.[dod]

Komentar Pembaca