Incursion From Within

Suara Rakyat  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 07:32:00 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

Incursion From Within

Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto/Net

OUT of the blue. Beredar narasi "Wapres Ma'ruf Amin mau diganti Prabowo Subianto or Budi Gunawan". Brutal fakenews. Hoax murni. Tendensi fitnah. Modus "divide et impera". PKB, NU dan MUI dikipas. Supaya marah.

Andre Rosiade dari Gerindra dan Achmad Baidowi (PPP) menyebut itu isu murahan.

Dari perspektif Gerindra, posisi Menteri Pertahanan lebih strategis daripada Wapres. Di situ passion Letnan Jenderal Prabowo Subianto.

Kabinet, koalisi, partai-partai terlalu cerdas. Mereka tidak bisa diadu-domba. Tidak seperti Cakrabirawa yang dihasut Biro Khusus PKI.

Clive R. Boddy menyatakan bahwa "divide and conquer" adalah strategi umum corporate psychopaths. Sebuah modus smokescreen menyembunyikan gerakan konsolidasi dan niat merebut kekuasaan.

Fakenews, hoax & toxic mix of limited information trigger riot di New Delhi, Novi Sanzhary Ukraine dan seantero Amerika.

Sumber narasi spekulasi baseless adalah Tony Rosyid, satu dari 50 penulis Poros III yang tempo hari merilis verbal attack kepada Pak Prabowo dan Gerindra pasca rekonsiliasi.

Tony Rosyid pula yang trigger gerakan down-grade Anies Baswedan dengan isu "Masjid di Tanah Reklamasi". Gara-gara narasinya, Anies Baswedan dituding memainkan kartu agama.

Eksponen Poros III menjadi free-rider di Gerakan KAMI. Kemarin mereka gelar rapat rahasia di sekitar Pondok Cabe. Aktor Makar Eggy Sujana dan Lieus Sungkharisma hadir. Keduanya masuk arus gerakan moral yang diinisiasi Pak Din Syamsudin.

Sudah diprediksi sebelumnya. Gerombolan akan pasang figur-figur dari beberapa spektrum. Supaya nggak keliatan radikal. Jadi moderat dan pelangi. As a cover-up. Sehingga Not to scare off the regular Joe.

KAMI adalah gerakan elit. Ada gap dengan rakyat. Sifat gerakan; incursion from within. Mereka berharap "bola muntahan" dari krisis pandemik Covid-19 berakhir dengan urban-uprising.

KAMI hanya digunakan segelintir figur supaya jadi sorotan media. Numpang eksis. Gratisan. Gerakan para petualang dan pengangguran politik. Mereka ingin mendestabilisasi pemerintah. Segelintir ingin membangun racial capitalism dalam framework teocratic state. Ada yang jadi oposisi swasta setelah dipecat dari kursi komisaris.

Ya, Hidup semakin susah. Tapi rakyat tahu ini bukan salah pemerintah.

Gerakan revolusioner para founding fathers punya 3 syarat; pengorganisasian massa, momentum dan leadership. Ketiga syarat ini nggak ada di Gerakan KAMI.

Tiap kali eksponen Poros III main politik, pasti ada hoax, disinformasi dan serangan kepada Pak Prabowo Subianto.

Isu "Pergantian Wapres" ditransformasi menjadi caci-maki. Pak Prabowo dihina dengan sebutan "Pak Timbul".

Tiba-tiba para cyber warrior Poros III jadi cinta Ma'ruf Amin. Sama seperti kasus rencana pemberian Bintang Maha Putra kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon.

Jokower dan buzzer teokratik sama-sama mengecam. Menari dengan irama yang ditabuh Mahfud MD.

Fahri Hamzah, Fadli Zon dan Presiden Jokowi beri lesson democracy. Mutunya Grade A. Jasa Fahri dan Fadli amat besar. Mereka nyinyir dalam frame NKRI dan Pancasila. Sama sekali nggak punya tendensi mendirikan teocratic state.

Jika Fahri dan Fadli dinilai pantas menerima Bintang Maha Putra maka Menhan Prabowo Subianto semestinya dianugerahi Jenderal Kehormatan Bintang 4 sebagai apresiasi kinerjanya yang apik.[dod]

Komentar Pembaca
Angkamologi Lima

Angkamologi Lima

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020

Berenang Tenggelam

Berenang Tenggelam

SABTU, 26 SEPTEMBER 2020

Mempelajari Jari

Mempelajari Jari

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020

Pilkada Dalam Bayangan Kematian

Pilkada Dalam Bayangan Kematian

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020

Resesi

Resesi

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020

Setuju BTP

Setuju BTP

RABU, 23 SEPTEMBER 2020

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00