Tes PCR DKI Di Atas Standar WHO, Rekan Indonesia: Bukti Anies Serius Selamatkan Warga

Megapolitan  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 08:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tes PCR DKI Di Atas Standar WHO, Rekan Indonesia: Bukti Anies Serius Selamatkan Warga

Anies Baswedan/Ist

Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) memuji langkah Pemprov DKI Jakarta yang dikomandani Gubernur Anies Baswedan dalam penanganan wabah Covid-19.

Dimana dalam penanganan pandemi Covid-19, Provinsi DKI terlihat lebih sistematis.

Mulai dari tracing yang detail, tes PCR yang massif, sampai pada kesiapan fasilitas kesehatan terutama dalam ketersediaan ICU untuk pasien Covid-19 yang mencukupi.

"Semua itu membuktikan bahwa komitmen terhadap tujuan utama Anies Baswedan yang lebih mengedepankan keselamatan warga DKI benar-benar diwujudkan," kata Ketua Nasional Rekan Indonesia, Agung Nugroho dalam siaran persnya, Rabu (12/8).

Apresiasi diberikan terutama dalam hal rasio tes PCR yang melebihi standar WHO.

Dengan rasio tes PCR tersebut, menurut Agung, membuktikan keseriusan Anies Baswedan dalam penanganan wabah Covid-19 di DKI Jakarta.

Diketahui, WHO mewajibkan setiap wilayah melakukan 1.000 tes per 1 juta penduduk per satu minggu. Sementara Pemprov DKI Jakarta telah mampu melakukan 14.000 tes per 1 juta penduduk per satu minggu.

"Jelas ini adalah bukti keseriusan Anies Baswedan dalam menyelamatkan warga DKI," tegas Agung.

Agung menambahkan, jika dilihat data per 9 Agustus 2020, dengan proporsi penduduk Jakarta hanya 4% dari jumlah penduduk secara nasional, tapi proporsi tes PCR-nya mencapai 45% tes PCR nasional.

Menurut Agung, hal ini artinya secara proporsi penduduk DKI mendapat tes 21 kali lebih banyak dari daerah lain di Indonesia.

Hasil ini, kata Agung, tentunya sangat membanggakan di tengah perubahan pendekatan penanganan Covid-19 secara nasional yang mengutamakan pendekatan ekonomi dengan menomortigakan pendekatan kesehatan.

"Artinya Anies berhasil menselaraskan antara pendekatan ekonomi dengan pendekatan kesehatan berjalan seiringan," ujar Agung.

Tes PCR yang dilakukan Pemprov DKI sesuai dengan pemetaan zona Covid-19 yang dibuat oleh Dinas Kesehatan DKI.

"Tentunya pemetaan ini berdasarkan tracing Dinas Kesehatan terhadap orang yang kontak langsung dengan pasien positif Covid-19. Baik yang berasal dari warga DKI maupun di luar DKI seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang dengan berkoordinasi antar Dinas Kesehatan," ungkap Agung.

Terkait data pasien positif apakah harus di buka ke publik?

Dalam tracing data ada ketentuan UU 14/ 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) yang menegaskan bahwa data pribadi pasien mutlak Dikecualikan (pasal 17h, pasal 18, pasal 54 UU KIP), kecuali bila pemiliknya memberi izin secara tertulis dan pelanggaran atas penggunaan informasi publik termasuk pasien akan dapat dikenai sanksi pidana.

"UU KIP jelas tidak menghendaki ‘penyembunyian informasi’, namun itu tidak mesti dengan cara ‘membuka paksa rahasia data pasien’ publik. Bisa saja hanya dibuka pada petugas yang terkait dalam penanganan Covid-19," terang Agung.

Agung melanjutkan, keseriusan Anies dalam hal penangan Covid-19 juga bisa dilihat dari keberhasilannya mengkoordinasikan laboratorium yang dimiliki swasta maupun pemerintah.

"Ada 47 laboratorium dan menghasilkan kapasitas tes Covid-19 maksimal 9.769 spesimen per hari," kata Agung menambahkan.

Belum lagi, masih menurut Agung, DKI Jakarta telah memiliki 67 rumah sakit rujukan Covid-19 dengan kapasitas 4.556 untuk tempat tidur isolasi dan 659 Intensive Care Unit (ICU) khusus Covid-19.

"Ini patut dibanggakan, karena ICU adalah alat kesehatan yang paling utama untuk menunjang penyembuhan pasien Covid-19 yang mengalami komplikasi berat," papar Agung.

Data Rekan Indonesia menyebutkan bahwa hanya terdapat 4.414 tempat tidur ICU untuk pasien umum dan 883 unit untuk pasien Covid-19 di enam provinsi dengan kasus Covid-19 terbanyak.

"Artinya ketersediaan ICU untuk pasien Covid-19 di DKI melebihi 50% ketersediaan di enam provinsi dengan kasus terbanyak Covid-19," tutup Agung.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00