M Taufik Desak Pemprov DKI Batalkan Lelang Internet PJJ

Megapolitan  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 09:51:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

M Taufik Desak Pemprov DKI Batalkan Lelang Internet PJJ

Mohamad Taufik/Ist

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta membatalkan lelang kuota internet guna menunjang pelaksanaan pembelajaraan jarak jauh (PJJ) saat pandemi coronavirus baru (Covid-19). Pasalnya, proses pengadaannya memakan waktu.

"Program senilai Rp 150 miliar ini sebaiknya disalurkan melalui KJP (Kartu Jakarta Pintar)," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik kepada wartawan, Rabu (12/8).

"KJP lebih baik dan cepat. Bisa langsung diberikan, tidak perlu lelang. Kalau memang lelang sudah jalan, segera dibatalkan," sambungnya.

Kata Taufik, pertimbangan lainnya adalah kebijakan lelang kuota internet bakal melahirkan monopoli. Sehingga buruk bagi iklim ekonomi dan menggerakan perekonomian.

"BPBJ (Bagian Pengadaan Barang/Jasa) bisa batalkan. Jangan buat susah orang tua, harus beli kartu perdana baru. Itu kan, uang lagi," ujar Taufik.

Hampir lima bulan siswa di ibukota melakukan PJJ lantaran masih tergolong zona merah Covid-19. Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka belum bisa dilakukan.

Di sisi lain, sebagian masyarakat mengeluhkan PJJ lantaran menambah beban pengeluaran. Karena siswa mesti memiliki paket data internet sebagai penunjang pembelajaran. Apalagi, perekonomian tengah memburuk akibat pagebluk.

Solusi pemanfaatan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk beli kuota internet oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) belum menjawab persoalan.

Karenanya, Pemprov DKI Jakarta mengadakan lelang kuota internet guna menunjang PJJ.[dod]

Komentar Pembaca