Soal Vaksin, Fahira: Masih Uji Klinis, Disiplin Dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Politik  RABU, 12 AGUSTUS 2020 , 18:31:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Vaksin, Fahira: Masih Uji Klinis, Disiplin Dan Percepatan Penanganan Jangan Menipis

Fahira Idris/Ist

Tahapan uji klinis tahap III calon vaksin Covid-19 yang ditandai dengan penyuntikan vaksin kepada 1.620 relawan yang berpartisipasi dalam vaksinasi adalah kabar baik dalam upaya besar bangsa ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 yang telah menginfeksi banyak ratusan ribu orang.

Namun, kabar baik ini diharapkan tidak membuat percepatan penanganan Covid-19 mengendor dan tidak menjadikan kedisiplinan dan kewaspadaan masyarakat memudar.

Selain uji klinis memakan waktu sekitar 6 bulan ke depan, vaksin ini baru bisa diproduksi, jika nantinya calon vaksin tersebut dinilai berhasil menangkal virus corona Sars-Cov-2 tanpa efek samping.

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, seluruh rakyat Indonesia bahkan mungkin masyarakat dunia, tentu berharap besar uji klinis tahap III calon vaksin Covid-19 ini menuai hasil yang positif. Sehingga bisa segera diproduksi massal dan dilanjutkan dengan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Namun, kabar baik ini diharapkan semakin memacu pemerintah untuk terus melakukan terobosan percepatan penanganan Covid-19. Salah satunya semakin memperbanyak tes PCR (polymerase chain reaction).

Uji klinis tahap III calon vaksin ini tentunya kabar baik. Namun disiplin masyarakat terapkan protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19 oleh pemerintah jangan menipis. Masa 6 bulan uji klinis ini harus dimanfaatkan semaksimal dan seefektif mungkin memutus mata rantai penularan,” ujar Fahira Idris melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/8).

Fahira meminta penyampaian kabar baik soal klinis tahap III calon vaksin Covid-19 ke publik juga harus disertai dengan penjelasan soal berbagai syarat yang harus dipenuhi sebuah vaksin sebelum diproduksi dan dilakukan vaksinasi massal.

Kata Fahira, hal ini penting agar selama 6 bulan ke depan, percepatan penanganan Covid-19 semakin baik dan kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan semakin meningkat.

Menurut Fahira, dalam mengatasi pandemi, vaksin hanya menjadi bagian dari penanganan wabah.

Jadi jika nanti uji klinis tahap III calon vaksin Covid-19 ini berhasil bukan berarti protokol kesehatan tidak lagi dijalankan, justru malah harus semakin ketat agar pandemi ini benar-benar berakhir.

Walau syarat dan tahapan sebuah calon vaksin menjadi vaksin tidak mudah, tetapi tentunya kita berdoanya (uji klinis tahap III) hasilnya baik. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di beberapa negara lain yang juga melakukan uji klinis," tutup Fahira.[dod]

Komentar Pembaca