Gagal Di Sunter, Anies Jangan Lagi Pakai Jakpro Bangun 3 ITF Lainnya

Megapolitan  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 , 06:04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gagal Di Sunter, Anies Jangan Lagi Pakai Jakpro Bangun 3 ITF Lainnya

Prabowo Soenirman/Ist

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan lagi menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun fasilitas pengolahan sampah dalam kota atau Intermediate Treatment Facility (ITF) di Marunda, Cilincing dan Duri Kosambi.

"Jakpro nggak becus bangun ITF. Contohnya di Sunter yang mangkrak. Padahal peletakan batu pertama (groundbreaking) ITF Sunter sudah dilakukan pada 20 Desember 2018," kata Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Kamis (13/8).

Prabowo menyarankan agar pembangunan ITF di Marunda, Cilincing dan Duri Kosambi dipercayakan kepada BUMD lainnya.

"Pak Anies bisa menugaskan PT Pembangunan Sarana Jaya dan PAL Jaya untuk membangun tiga ITF lain di Jakarta," saran politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Prabowo, dengan melibatkan PT Pembangunan Sarana Jaya dan PAL Jaya, maka Gubernur Anies bisa melihat langsung kehandalan direksi dan komisaris dua BUMD tersebut dalam melaksanakan proyek-proyek penugasan.

"Pelibatan BUMD lain juga akan membuat persaingan sehat antar BUMD dan menunjukkan profesionalisme CEO BUMD. Apakah CEO mampu mengelola BUMD dengan baik," ujar Prabowo.

Pembangunan ITF Sunter sendiri hingga kini belum terlaksana. Padahal sebelumnya Pemprov DKI Jakarta menargetkan proyek ini dibangun pada 2020.

Prabowo menambahkan, keberadaan ITF di Jakarta sangat vital. Karena Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, yang diperkirakan tidak mampu lagi menampung sampah.

Mengingat, saat ini di lahan 110 hektare itu sampah sudah menggunung alias overload. Belum lagi volume sampah setiap tahun bertambah sebanyak 400 ton.

Dengan bertambahnya volume sampah ini, nantinya akan sangat mempengaruhi kapasitas pembuangan sampah dari lima zona yang ada.

Kelima zona ini disebut tidak akan mampu menampung sampah dalam satu tahun ke depan. Artinya, pada 2021, TPST Bantargebang tidak bisa digunakan lagi.[dod]

Komentar Pembaca