Ahli Epidemiologi Minta DKI Tak Ikut-ikutan Sesat Gunakan Istilah Zona Warna

Megapolitan  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 , 09:22:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ahli Epidemiologi Minta DKI Tak Ikut-ikutan Sesat Gunakan Istilah Zona Warna

Zona warna/Ist

Penggunaan istilah zona warna dalam penanganan kasus corona baru alias Covid-19 merupakan sebuah kesesatan.

Pemerintah harus menyetop penggunaan istilah tersebut karena risiko penularan Covid-19 sangat dipengaruhi mobilitas penduduk.

Demikian yang disampaikan Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia, Pandu Riono melalui akun Twitter pribadinya

"Ada yang bilang zonasi hijau, atau oranye, sesungguhnya hanya ada merah terang, merah gelap atau merah membara. Waspadalah!," ungkap Pandu seperti dikutip Redaksi, Kamis (13/8).

Menurut Pandu, di seluruh wilayah Indonesia potensi penularan terhadap virus Corona masih terbilang tinggi. Terkhusus untuk Jakarta, dirinya mewanti-wanti agar tidak ikut-ikutan menggunakan istilah zona warna

"Jakarta atau tepatnya Jabodetabek itu wilayah berisiko tinggi untuk penularan Covid-19. Sebaiknya jangan ikut-ikutan sesat pakai istilah zonasi warna, tanpa basis yang kurang bisa dipercaya," jelasnya.

Oleh karena itu, Pandu meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk senantiasa menguatkan surveilans terutama pelacakan kasus dan gencar mempromosikan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Lindungi dirimu dan orang lain dengan selalu pakai masker," tutup Pandu.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

Terpeleset, Pesepeda Tewas Di Bendungan Tiu

RABU, 29 JULI 2020 , 10:05:00

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

Gedung DPRD DKI Disemprot Disinfektan

RABU, 29 JULI 2020 , 13:29:00