Dinas KPKP Bagikan Tips Memilih Beras Aman Dikonsumsi

Megapolitan  SELASA, 18 AGUSTUS 2020 , 15:00:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dinas KPKP Bagikan Tips Memilih Beras Aman Dikonsumsi

Darjamuni/Net

Untuk memastikan keamanan dan kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta rutin melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap sampel beras yang diperdagangkan di Ibukota.

Salah satunya di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Lokasi ini memang menjadi salah satu pintu masuknya beras yang dikirim dari daerah sebelum nantinya didistribusikan ke berbagai pasar di seluruh wilayah Jakarta

Adapun tujuan pengawasan dan pengambilan sampel beras untuk menguji kandungan klorin yang kemungkinan ditambahkan oleh oknum pelaku usaha saat memproduksi beras hingga beras terlihat putih, bersih dan menarik

Saat pengawasan diambil sampel beras sebanyak 29 sampel. Dari hasil uji klorin yang dilakukan di Laboratorium Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian-Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, hasil uji 100 % sampel negatif klorin.

"Alhamdulilah artinya beras kita aman untuk dikonsumsi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni lewat keterangan tertulisnya, Selasa (18/8).

Lebih lanjut, Darjamuni menjelaskan bahwa klorin termasuk bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan sistem pernafasan dan kerusakan sel tubuh apabila tercampur dalam beras.

Untuk itu Darjamuni memberikan tips bagaimana cara memilih dan menentukan beras yang baik serta aman untuk dikonsumsi.

"Pertama, remas beras sebelum dibeli, jika saat diremas beras banyak menempel pada telapak tangan kondisi tersebut perlu diwaspadai, carilah beras yang tidak menempel di telapak tangan setelah diremas," ujar Darjamuni.

Selanjutnya aroma beras yang sehat aroma wangi alaminya khas. Jika ditemukan wangi beras sangat tajam dan apek lebih baik cari beras yang lain.

Kemudian dengan cara mengigit beras. Jika saat digigit tidak remah dan tidak hancur artinya mutu beras baik dan terakhir warna beras.

"Hindari memilih beras yang terlalu putih, beras yang berwarna demikian dapat diduga menggunakan bahan kimia untuk memutihkannya," tandas anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

Sementara itu, untuk membeli beras dalam kemasan, beras yang baik adalah yang telah disertifikasi PSAT (Pangan Segar Asal Tumbuhan) atau telah memiliki izin edar dari Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DKI Jakarta yang tertera jelas di kemasan.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00