HUT Ke-75 Republik Indonesia, Merdeka Untuk Siapa?

Suara Rakyat  SELASA, 18 AGUSTUS 2020 , 15:31:00 WIB

HUT Ke-75 Republik Indonesia, Merdeka Untuk Siapa?

Tom Pasaribu/Net

ENTAH apa yang terjadi atau bakal terjadi terhadap bangsa Indonesia ke depan?

Melihat gerak-gerik politikus dan tokoh-tokoh saat ini, apakah pemikiran mereka terpengaruh dengan pandemi corona atau hanya karena jabatan dan kekuasaan?

Sejujurnya saya tidak mengerti dan tahu. Tapi semua lupa bahwa dari semua ketidakpuasan saat ini ada yang mereka lupakan, yaitu nasib rakyat indonesia secara menyeluruh.

Ketidakpuasan terhadap pemerintah dan partai menyebabkan lahirnya organisasi-organisasi yang mengatasnamakan kepentingan rakyat Indonesia.

Namun saat perjuangan berbuah manis kepentingan rakyat yang sesungguhnya terlupakan.

Kini ada usulan agar UUD 45 kembali diamandemen dengan alasan sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bila ditelisik seolah-olah pernyataan tersebut menyalahkan isi dan muatan UUD 1945 yang membuat masyarakat Indonesia menderita.

Yang pasti kebutuhan amandemen UUD 45 hanya untuk kepentingan golongan dan kelompok yang mengakibatkan penderitaan bagi rakyat Indonesia.

Sebenarnya muatan dari UUD 1945 bila dilaksanakan sungguh-sungguh tidak akan menyengsarakan rakyat.

Namun apa hendak dikata, perilaku sebelum berkuasa dan sesudah berkuasa menciptakan jurang yang membubung tinggi antara bumi dan langit.

Segala upaya dilakukan untuk mengingatkan agar tidak terlalu jauh menyimpang dari koridor yang sudah ditentukan dalam UUD 1945, namun kepentingan sesaat lebih menggiurkan daripada kepentingan jangka panjang.

Akibatnya Pancasila dan UUD 1945 menjadi tumbal dari konflik para elit. Kedewasaan politik pun tertinggal jauh karena pengaruh dendam dan kehausan.

Sistem negara yang disepakati dalam UUD 1945, berubah demi kepentingan sesaat para elit politik untuk meraih kekuasaan dan jabatan.

Akhirnya bingung sendiri setelah segalanya carut marut. Mau dirunut dari mana awalnya untuk dibenahi agar lebih baik perjalanan negara kedepan.

Kebuntuan pun tidak terelakkan karena semua mengklaim paham Pancasila dan UUD 1945.

Namun apakah paham dan mengerti cukup membuat keberhasilan bila tidak didukung dengan perilaku dan perbuatan?

Harapan semakin jauh dari yang ditorehkan, semua sibuk mempertahankan ego, ketamakan dan kesombongan, sementara rakyat berjibaku mempertahankan hidup.

Semoga kesabaran rakyat masih luas, seluas terbentangnya Samudra Indonesia. Agar penderitaan yang dialami menjadi sebuah pembelajaran untuk bertindak dan berbuat yang lebih positif dan arif demi penyelamatan Ibu Pertiwi yang sedang terombang-ambing di lautan bebas.

Dan yakinkanlah bahwa rakyatmu yang merdeka, bukan kelompok atau segelintir orang.

Dirgahayu Indonesia ke-75.[dod]

Tom Pasaribu Direktur Eksekutif KP3-I

Komentar Pembaca
Diberi Rapor Merah, Jokowi Mesti Evaluasi
Kartu Pupuk

Kartu Pupuk

KAMIS, 22 OKTOBER 2020

Prof Mahfud, Riwayatnya Kini

Prof Mahfud, Riwayatnya Kini

RABU, 21 OKTOBER 2020

Setahun Penuh Gaduh Dan Demo Yang Dirindukan
Pendapatan Cekak Utang Segunung, Kemana Hasil Utang Mengalir?
Giliran Bupati

Giliran Bupati

SENIN, 19 OKTOBER 2020

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00